Bersama Organisasi Internasional, Jaringan Gusdurian Bahas Hubungan Muslim-Budhis Asia

Jaringan Gusdurian dan organisasi internasional/RMOL

Jaringan Gusdurian bersama organisasi Kerjasama Islam dunia menggelar lokakarya regional hubungan Muslim-Buddha di kawasan Asia Selatan dan Tenggara.

Menggandeng Center Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), keduanya bekerja sama dengan King Abdul Aziz International for Interfaith and Intercultural Dialogue (KAICIID) dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Lokakarya tersebut dihadiri sekitar 65 pemuka agama dan pembuat kebijakan dari 5 negara di kawasan Asia Selatan dan Tenggara dengan mengusung tema 'Membina dialog antar-agama dan intra-agama untuk mencegah dan mengurangi konflik di Asia Selatan dan Tenggara'.

Sekretaris Jenderal KAICIID, Faisal bin Muaammar mengatakan, pertemuan tersebut penting digelar lantaran wabah intoleransi antaretnis dan agama terus mengalami peningkatan.

Dalam rangka meminimalisir intoleransi di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, internalisasi ideologi dari para pemuka agama dan kebijakan para pembuat keputusan menjadi sangat penting.

"Jika kita ingin melawan efek intoleransi yang menjadi tren di seluruh dunia, kita harus fokus pada kebutuhan untuk mengintegrasikan berbagai ideologi, cara hidup yang berbeda, dan agama yang berbeda keyakinan," kata Faisal di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/12).

Topik utama yang dibahas antara lain mendeteksi sentimen kebencian dan hasutan untuk melakukan kekerasan online (verbal). Kemudian keamanan akses situs-situs suci dan cara melindunginya, serta menyoal inklusifitas dalam sektor pendidikan.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal OKI, Dr. Yousef Al-Othaimeen menaruh harapan besar kepada pemuka agama dari Hindu-Islam dan para pemangku kebijakan agar memiliki semangat persatuan hingga menghadirkan harmoni dalam beragama dan kemanusiaan.

"Melalui pertemuan ini, OKI berharap dialog konstruktif tentang masyarakat multiagama, termasuk komunitas Buddhis dan Muslim di seluruh wilayah dapat bersatu. Bukan hanya untuk kesejahteraan para pengikutnya saja, tetapi untuk kemajuan umat manusia pada umumnya," demikian Yousef.

Turut hadir saat jumpa pers di antaranya; Anggota Lembaga Hubungan Kerja sama Internasonal PP Muhammadiyah, Debbie Affianty, Dr Bashir Ansari, Prof Walmoruwe Piyarathana, dan Prof Mohammed Abu-Nimer.

Pertemuan ini merupakan kali keduanya setelah sebelumnya dilangsungkan di Bangkok, Thailand pada tahun 2017 dan diikuti oleh sekitar 70 pemuka agama dan pembuat kebijakan.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet

Selasa, 13 April 2021
Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021

Artikel Lainnya

Dukungan Masyarakat Terhadap PDIP Masih Moncer Di Survei LPPM, Demokrat Beda 0,1 Persen Dari Gerindra
Politik

Dukungan Masyarakat Terhadap..

15 April 2021 00:03
Iriana Jokowi Capres Terkuat Kedua Dari Kalangan Perempuan, Kangkangi Risma Hingga Khofifah
Politik

Iriana Jokowi Capres Terkuat..

14 April 2021 23:31
Zainuddin Maliki: Sudah Tepat Gabungkan Ristek Dengan Dikbud
Politik

Zainuddin Maliki: Sudah Tepa..

14 April 2021 23:16
Laporkan Habib Rizieq Soal Covid, Bima Arya Tepis Karena Politik
Politik

Laporkan Habib Rizieq Soal C..

14 April 2021 23:06
Temuan Survei LPPM: 79,2 Persen Publlik Menilai Arah Negara Sesuai Konstitusi
Politik

Temuan Survei LPPM: 79,2 Per..

14 April 2021 23:00
Dua Menteri Nasdem Dianggap Layak Dicopot, Ahmad Ali Pasrahkan Kepada Jokowi
Politik

Dua Menteri Nasdem Dianggap ..

14 April 2021 22:51
Making Indonesia 4.0 Perlu Disokong SDM Yang Unggul
Politik

Making Indonesia 4.0 Perlu D..

14 April 2021 22:43
Tidak Mau Ada Sistem Ecer Di Pengelolaan APBD, Jokowi Ke Kepala Daerah Yang Baru: Buat Dua Atau Tiga Program Prioritas Saja
Politik

Tidak Mau Ada Sistem Ecer Di..

14 April 2021 22:34