Budiman Sudjatmiko Unggah Spanduk Terompet Budaya Yahudi, Warganet: Foto Empat Tahun Lalu Bro

Tangkapan layar unggahan twitter Budiman Sudjatmiko/Net

Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya foto sebuah spanduk yang menuliskan larangan menggunakan terompet karena ajaran yahudi.

Hal ini kembali heboh saat foto tersebut disebarluaskan oleh politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko di akun twitternya, Selasa (24/12).

"Kawasan Muslim. Terompet Dilarang Masuk. Terompet Budaya Yahudi," begitu tulisan spanduk yang diunggah Budiman.

Menurut pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini, tulisan tersebut bukan bertujuan membela Islam, melainkan sebaliknya.

"Mereka tidak sedang membela Islam. Mereka sedang membela kebodohan. Sedih agama besar di dunia dibela dengan retorika seperti ini. Ucapan padat seperti ini meninggalkan dampak emosi yang lebih kuat. Baik bagi yang setuju atau yang tidak. Sensasi (negatif) lebih kuat dari esensi!" tulis Budiman.

"Mereka tahu gak sih bahwa Tahun Baru Yahudi itu bukan 1 Januari? Mereka punya tahun baru sendiri yaitu Rosh Hasanah atau Yom Teruah," sambungnya.

Tak pelak, unggahannya itu langsung menuai respons dari pengguna twitter. Setiaknya, unggahan tersebut diunggah ulang atau di retweet sekitar 1.200 pengguna dan disukai sekitar 3.200 pengguna twitter.

Namun sayang, unggahannya tersebut ternyata berita usang yang sudah terjadi beberapa tahun sebelumnya. Hal itu terjawab dari beberapa komentar warganet yang jugs menyertakan tangkapan layar sebuah pemberitaan media massa berbasis daring.

"Foto 4 tahun lalu tuh bro. Nggak ada yang lebih update?" balas akun Wahyu Wijaya.

Beda halnya yang ditulis oleh akun Kami Oposisi. Ia menuliskan alasan unggahan Budiman sebagai bentuk pengalihan isu di tengah utang negara yang belum terbayarkan di era pemerintahan saat ini.

"Ketika ekonomi gagal menyejahterakan rakyat, ketika BUMN terbukti menyisakan utang ratusan triliun, maka orang dalam pemerintah harus putar otak supaya rakyat berisik. Maka hari ini bahkan Menteri Keuangan fasih bicara radikal radikul, sesuatu yang enggak pernah dia ucapkan di zaman SBY," cuit akun Kami Oposisi.
EDITOR: DIKI TRIANTO
Tag:

Kolom Komentar


Video

Gudang Alat Produksi Roti dan 4 Unit Kendaraan Ludes Terbakar

Sabtu, 17 April 2021
Video

Sholat 5 Waktu - Mentari Ramadhan #4

Minggu, 18 April 2021
Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021

Artikel Lainnya

Ahok Belum Berkelas Untuk Jadi Menteri Investasi
Politik

Ahok Belum Berkelas Untuk Ja..

19 April 2021 05:39
Jadi Syarat Naik Haji, Produsen Sinovac Harus Segera Urus EUL Dari WHO
Politik

Jadi Syarat Naik Haji, Produ..

19 April 2021 04:21
Pers Bukan Ancaman Bagi Keluarga Presiden
Politik

Pers Bukan Ancaman Bagi Kelu..

19 April 2021 03:59
Menteri Tjahjo Banyak Pecat ASN Radikal, Fadli Zon: Jangan-jangan Pemerintah Nggak Ngerti Arti Radikalisme
Politik

Menteri Tjahjo Banyak Pecat ..

19 April 2021 03:21
Jangan Terpancing Provokasi Jozeph Zhang, Biarkan Hukum Yang Bicara
Politik

Jangan Terpancing Provokasi ..

19 April 2021 02:55
Walhi Tuding Kerusakan Parah Bencana NTT Karena Peringatan BMKG Hanya Sebatas Normatif
Politik

Walhi Tuding Kerusakan Parah..

19 April 2021 02:42
Berikan Rasa Aman Wisatawan, Menparekraf Dorong Penerapan CHSE Di Situs Wisata Religi
Politik

Berikan Rasa Aman Wisatawan,..

19 April 2021 02:17
Walhi: Apa Yang Terjadi Di NTT Tidak Murni Sebagai Bencana Alam
Politik

Walhi: Apa Yang Terjadi Di N..

19 April 2021 01:23