Fahri Hamzah: Negosiasi Cawagub DKI Rugikan Rakyat, Apalagi Jika Urusan Isi Tas

Fahri Hamzah/Net

Sudah setahun lebih kursi wakil gubernur DKI Jakarta kosong setelah Sandiaga Uno maju di Pilpres 2019  lalu. Hingga kini, Partai Gerindra dan PKS sebagai pengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno belum juga berhasil mengisi kursi tersebut.

Ada hal yang mengganjal tapi tidak juga diungkap ke publik secara terang benderang. Padahal, kata mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah warga DKI berhak tahu apa yang terjadi mengingat wagub merupakan pilihan rakyat secara terbuka.

Dalam kasus ini, PKS mendapat restu dari Gerindra bahwa mereka yang berhak mengisi kursi wagub. Namun pengajuan dua nama dari PKS, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto tidak kunjung diproses DPRD.

Sementara kini, Gerindra mulai geram lantaran PKS gagal melakukan lobi-lobi sehingga jalan mengisi wagub terkendala. Mereka pun akhirnya turut berupaya untuk mengusulkan nama wagub sebagai alternatif agar pengisian kursi tersebut cepat.

Fahri menduga ada negosiasi di belakang layar yang belum tuntas antara keduanya. Negosiasi dipersepsikan seolah mengenai kapasitas calon, padahal ada hal lain yang mungkin turut dibahas alot.

“Negosiasi di belakang layar juga dapat dianggap merugikan rakyat. Apalagi jika masalahnya bukan kapasitas tapi isi tas,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (31/12).

Pendiri Garbi ini mengingatkan bahwa kekosongan jabatan publik yg telah dipilih rakyat adalah kerugian dalam pemenuhan hak-hak warga negara. Sehari saja pejabat tidak hadir, maka hak-hak rakyat yang terbengkalai juga banyak.

“Apalagi kalau hampir setahun. Jadi, publik harus mengingatkan kepada yang berwenang agar kewajiban mengisi posisi pejabat publik ibukota ini jangan ditunda lagi,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Polling 24 Tokoh Harapan, bersama Arief Poyuono dan Jerry Massie

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Kunjungan Presiden Jokowi di NTT Undang Kerumunan Massa

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021

Artikel Lainnya

Gugatan Pilkada Tapsel Ditolak, Nasdem Hormati Putusan MK
Politik

Gugatan Pilkada Tapsel Ditol..

26 Februari 2021 07:54
Warisan Teramat Kelam Kepolisian Satu Persatu Harus Dibersihkan Kapolri Listyo Sigit
Politik

Warisan Teramat Kelam Kepoli..

26 Februari 2021 07:10
Ahmad Basarah Dukung Evi Nusanty Pimpin Organisasi Keluarga Putra Putri Polri
Politik

Ahmad Basarah Dukung Evi Nus..

26 Februari 2021 04:48
Muannas Alaidid Dirikan Komnas PMH
Politik

Muannas Alaidid Dirikan Komn..

26 Februari 2021 04:16
Di Hadapan BPH Migas, Ratna Juwita Protes Kriteria Anggota Komite
Politik

Di Hadapan BPH Migas, Ratna ..

26 Februari 2021 03:37
AHY Dinilai Gagal Memimpin Demokrat, BMI: Pandangan Ini Berlawanan Dengan Fakta
Politik

AHY Dinilai Gagal Memimpin D..

26 Februari 2021 02:29
Rektor DO Mahasiswa Karena Didemo, Nasdem: Seharusnya Dia Bersyukur, Kampus Ada Dinamika
Politik

Rektor DO Mahasiswa Karena D..

26 Februari 2021 01:15
KNPD: Inkonstitusional, Desakan KLB Tidak Sesuai AD/ART Partai Demokrat
Politik

KNPD: Inkonstitusional, Desa..

26 Februari 2021 00:49