Said Aqil Merasa Sila Ke-5 Pancasila Belum Hadir

Kamis, 02 Januari 2020, 17:18 WIB
Laporan: Raiza Andini

Said Aqil Siradj/Net

Nahdlatul Ulama sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia yang memegang teguh prinsip berbangsa dan bernegara merasa terpanggil untuk mengingatkan gerak laju bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional.

Utamanya mengenai keadilan sosial, infrastruktur sosial, pemerataan ekonomi, bahaya oligarki, tantangan intoleransi yang saat ini menghantui Indonesia.

Begitu kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj saat menyampaikan refleksi kebangsaan NU untuk tahun 2020 di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (2/1).

Kiai Said mengakui bahwa hampir semua sila dalam Pancasila berhasil diwujudkan. Namun demikian ada satu sila yang masih jauh dari kata berhasil.

“Sila kelima saya rasa belum, karena bisa dibilang keadilan adalah poin yang sangat sulit untuk dilaksanakan,” tegasnya.

Kiai Said mengingatkan bahwa tanpa bertumpu pada prinsip keadilan sosial, maka pembangunan sehebat apapun hanya akan menjauhkan dari moral Pancasila.

Dalam perspektif keadilan sosial, Said mengingatkan pemerintah mengenai kekuatan ormas-ormas keagamaan seperti NU. Tanpa keberadaan ormas tersebut, pemerintah akan kesulitan mengkonsolidasikan masyarakat yang sangat majemuk.

“Karena itu, ormas-ormas keagamaan ini harus menjadi tulang punggung pembangunan dan menjadi infrastruktur sosial yang menyangga kehidupan kebangsaan,” ucapnya.

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Harta | Puisi Hari Ini

Senin, 10 Februari 2020
Video

[FULL] | Singgung Film Avengers: Endgame, Pidato Jokowi di Parlemen Australia

Senin, 10 Februari 2020
Video

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

Selasa, 11 Februari 2020