Said Aqil Harus Konsisten Kritik Pemerintah Jika Tak Mau Dituduh Ada Main

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj/Net

Sikap kritis yang dilontarkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj kepada pemerintah memang harus dilakukan. Namun, Said Aqil harus hati-hati dan konsisten.

Hal itu disampaikan Dosen Komunikasi dan Marketing Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad. Menurutnya, di era digital seperti saat ini harus berhati-hati dalam menyampaikan pandangan maupun pendapat kritis kepada pemerintah.

"Paling tidak apa yang disampaikan harus konsisten dan mengandung pesan-pesan moral yang dibutuhkan negara, bangsa kita saat ini dan lima tahun mendatang," ucap Nyarwi Ahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (3/1).

Karena, kata Nyarwi, muatan kritis dan pesan yang konsisten sangat diperlukan untuk menjaga marwah Nahdlatul Ulama (NU). Konsisten tersebut juga dapat menjaga citra personal seorang Said sebagai Ketum PBNU.

"Sebab jika sikap-sikap kritis yang disampaikannya tidak konsisten, mudah berubah atau bahkan mudah berbalik arah, bisa saja sebagian masyarakat kita berfikir kritik tersebut hanya ditujukan untuk memberikan tekanan ke pemerintah dan mendapatkan hal tertentu dari pemerintah," jelas Nyarwi.

Terlebih NU sudah dikenal oleh publik sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia yang berkontribusi dalam pemenangan Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019. Walaupun tidak banyak tokoh NU yang diberikan jabatan strategi oleh Presiden Jokowi. Hal ini patut menjadi catatan Said Aqil.

"Dalam kondisi semacam itu, tentu akan kurang bagus bagi NU dan Pak Said jika kritik-kritik yang disampaikan dimaknai sebagai 'kritik karena pihak penguasa atau pemenang Pilpres kurang bayar'," terangnya.

"Asumsi tersebut bisa menguat di tengah masyarakat jika Pak Said kurang hati-hati dalam mengemas pesan-pesan kritik yang disampaikan ke pemerintah," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020
Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13