Melawan AS, Iran Punya Dukungan Rakyat Dan Keyakinan Pada Imam Mahdi

Selasa, 07 Januari 2020, 09:04 WIB
Laporan: Widian Vebriyanto

Dukungan warga Iran pasca Qassem Soleimani terbunuh/Net

Kematian Komandan Pasukan Quds, Letnan Jenderal Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat semakin memperkuat api revolusi Iran yang tidak pernah pada sejak 1979.

Begitu kata intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi menanggapi eskalasi dunia yang meningkat pasca pembunuhan Soleimani di Baghdad, Irak beberapa waktu lalu.

“Qassem Sulaiman menjadi simbol yang kuat karena ia telah menjadi martir,” ujarnya di akun Twitter pribadi sesaat lalu, Selasa (7/1).

Iran memang tengah menyiapkan serangan balasan atas kejadian tersebut. Namun demikian, Zuhairi memastikan Iran tidak akan memusuhi warga Amerika Serikat. Iran hanya akan memberikan pembalasan yang setimpal terhadap elite dan militer AS.

“Karena mereka telah melampaui "garis merah" dengan menewaskan sosok pejuang Qassem Sulaiman,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua DPP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu menilai Iran dalam kondisi yang sangat siap melawan AS. Ini lantaran mereka  punya dukungan kuat dari warga, persenjataan yang canggih, dan jaringan yang luas.

“Satu lagi, keyakinan pada Imam Mahdi yang akan menyertai langkah mereka. Doa-doa warga Iran itu puitis dan menggetarkan,” demikian Zuhairi.

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Harta | Puisi Hari Ini

Senin, 10 Februari 2020
Video

[FULL] | Singgung Film Avengers: Endgame, Pidato Jokowi di Parlemen Australia

Senin, 10 Februari 2020
Video

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

Selasa, 11 Februari 2020