PB HMI: Masalah Perusahaan BUMN Datang Beruntun, Warisan Menteri Sebelumnya

Sabtu, 11 Januari 2020, 15:22 WIB
Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Ketua PB HMI, Romadhon Jasn/Net

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) awal tahun 2020 terus mendapatkan tantangan dan pekerjaan rumah yang cukup berat. Salah satunya, masih banyak BUMN yang merugi.

"Hutang BUMN juga terus naik. Ada pula beberapa masalah baru yang bermunculan di perusahaan plat merah itu, belum selesai kasus Jiwasraya, muncul baru kasus korupsi PT Asabri yang angkanya lebih fantastis mencapai diatas 10 triliun," ujar Ketua PB HMI, Romadhon Jasn kepada wartawan, Sabtu (11/1)

Seakan-akan tidak ada habis-habisnya masalah di perusahaan BUMN, kata Romadhon, menjadi catatan bagi Menteri BUMN, Erick Thohir untuk terus bersih-bersih dan berusaha mengurai satu per satu masalah perusahaan di bawah asuhannya.

"Mencuatnya kasus penyelundupan Harley Davidson dan Bromton oleh petinggi PT Garuda Indonesia, yang di selundupkan lewat pesawat Garuda yang baru di beli, poles memoles laporan keuangan. Belum selesai sampai disitu, muncul kasus baru yang berentetan," urainya.

Tidak melulu salah Erick Thohir, dikatakan Romadhon, apa yang muncul belakangan ini adalah masalah lama. Hanya kebetulan saja mencuat saat Erick menjadi menteri.

"Ini ada apa di BUMN, jika semua dibuka dan borok mulai ketahuan, ini menandakan warisan menteri sebelumnya memang banyak bermasalah dari CGC (Good Corporate  Governance)," katanya.

Sebagai solusi jangka pendek, kata dia, Kementerian BUMN perlu menunjuk kantor akuntan publik (KAP) sementara. Tugasnya, mengaudit seluruh keuangan perusahaan BUMN.

"Karena rata-rata laporan keuangan perusahaan BUMN bermasalah dari polesan KAP, agar dilakukan investigasi dan pemeriksaan seluruh KAP," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

PA 212 Ancam Gelar Revolusi Jika Pemerintah Jadi Dalang Korupsi

Sabtu, 22 Februari 2020
Video

Gedung DPR Kebakaran

Senin, 24 Februari 2020