Wahyu Setiawan Jadi Tersangka, Ada Indikasi Suap Juga Terjadi Saat Pilpres

Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad/RMOL

Integritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) hilang ketika salah satu komisionernya terlibat perbuatan rasuah pada proses pengangkatan anggota DPR RI pergantian antar waktu (PAW).

Adalah Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, yang diduga menerima suap dalam proses PAW calon legislatif PDIP, Riezky Aprilia.

Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad berharap agar KPK untuk terus mengusut perkara lainnya diluar persoalan PAW DPR RI yang melibatkan penyelenggara Pemilu dan politisi.

"Jadi tidak bisa saja berhenti pada kasus ini saja, mungkin saja ada indikasi-indikasi yang lain," ujar Suparji Ahmad kepada wartawan usai diskusi Polemik di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1).

"Apakah mekanisme PAW yang lain juga bermain seperti itu, apakah penetapan caleg juga ada permainan seperti itu, apakah penetapan partai politik," katanya menambahkan.

Tak hanya itu, Suparji juga berharap KPK juga menelusuri lebih dalam terkait penyelenggaraan Pemilu 2019, baik Pilkada maupun Pilpres yang di indikasikan adanya kecurangan yang melibatkan KPU.

"Karena ini KPU ini pengaruhnya sangat luar biasa, dia penyelenggara negara sebagai panitia yang kemudian dia memiliki diskresi yang luar biasa, orang mau jadi caleg saat administrasi itu bisa dimainkan. Ini momentum yang baik untuk kemudian di ungkapkan," jelasnya..

Diketahui, KPK telah menetapkan empat orang tersangka yakni Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; orang kepercayaan Sekjen PDIP Hasto Kristianto, Saeful Bahari; mantan anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina dan caleg PDIP Harun Masuki.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada Rabu (8/1) kemarin.

Hasil OTT itu, KPK mengamankan barang bukti berupa uang Dollar Singapura senilai Rp 400 juta.

Kasus ini juga disebut melibatkan pengurus DPP PDIP yang kini masih dilakukan penyidikan lebih lanjut.

KPK pun juga telah melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Wahyu dan beberapa tempat lainnya. Namun, saat akan melakukan segel terhadap ruang di Kantor DPP PDIP, penyelidik dihalangi oleh petugas keamanan gedung.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Peringatan Muhammadiyah: Elite Jangan Manfaatkan Pandemi Covid-19 Sebagai Komoditas Politik
Politik

Peringatan Muhammadiyah: Eli..

21 September 2020 12:55
Terjangkit Covid-19, Menag Fachrul Razi Jalani Karantina Di Rumah Sakit
Politik

Terjangkit Covid-19, Menag F..

21 September 2020 12:47
Pilkada Bisa Jadi Awal Keretakan Jokowi Dengan NU Dan Muhammadiyah
Politik

Pilkada Bisa Jadi Awal Keret..

21 September 2020 12:45
Ben Bland: Kontradiksi Jokowi Bikin Investor Hingga Kelompok Akademisi Bingung
Politik

Ben Bland: Kontradiksi Jokow..

21 September 2020 12:39
Andi Arief: Ada Sinyal Hanya 31 Persen Partisipasi Pemilih, So?
Politik

Andi Arief: Ada Sinyal Hanya..

21 September 2020 12:29
Keadaan Mendesak, Muhammadiyah Desak Jokowi Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada
Politik

Keadaan Mendesak, Muhammadiy..

21 September 2020 12:26
Muhammadiyah Minta Presiden Evaluasi Penanganan Covid-19, Bila Diperlukan Ambil Alih Dan Pimpin Langsung
Politik

Muhammadiyah Minta Presiden ..

21 September 2020 12:13
Dukung Keluarga Jokowi, Saiful Anam: Kemungkinan Untuk Mengamankan Gerindra Dan Bisnis Sandiaga
Politik

Dukung Keluarga Jokowi, Saif..

21 September 2020 12:05