Festival Danau Toba Dibatalkan, Sugianto: Topeng Monyet Saja Bisa Ramai

Sugianto Makmur/RMOLSumut

Festival Danau Toba (FDT) dinilai Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi kurang mampu menarik wisatawan untuk datang. Karena itu, FDT 2020 pun dibatalkan.   

Pernyataan Edy Rahmayadi ini kontan disesalkan banyak pihak. Di antaranya yang kecewa adalah anggota DPRD Sumut Periode 2019-2024 Sugianto Makmur.

Ditemui di sela-sela acara penutupan Rakernas I PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran Jakarta, Minggu (12/1), politikus asal dapil 12 Sumut ini menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Edy Rahmayadi yang membatalkan Festival Danau Toba.

“Sayang sekali event berskala nasional itu batal dengan alasan nggak masuk akal. Sepi, tidak banyak yang datang katanya,” ungkap Sugianto kepada Kantor Berita RMOLSumut.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Edy dengan sepihak membatalkan Festival Danau Toba tahun ini. Edy mengusulkan untuk membuat acara lain, yang kemungkinan akan menggelar perlombaan triathlon.

"Bukan ditiadakan, tapi format Festival Danau Toba yang akan diubah. Format acara yang kita cari, bagaimana bentuk FDT yang lebih baik ke depannya," jelas Kabiro Humas Pemprov Sumut, Hendra Dermawan Siregar kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Gagasan penyelenggaraan lomba triathlon ini diharapkan dapat menyedot pengunjung dan wisatawan yang lebih banyak. Tidak seperti Festival Danau Toba yang sepi pengunjung.

Namun, perubahan tersebut dinilai tak relevan dengan pembatalan FDT tahun ini. Karena, menurut Sugianto, semuanya berawal dari minimnya promosi yang dilakukan Pemprov Sumut.

“Saya jamin, acara topeng monyet pun, kalau dipromosikan dengan bombastis, bakalan lebih ramai. Kalau dipromosikan dengan etika marketing yang baik dan benar,” tegas Sugianto.

“Untuk sebuah event yang begitu besar, harus dibuat anggaran yang sangat besar di promosinya. Tidak ada baliho di Jakarta, Surabaya atau kota lain. Tidak juga kelihatan di medsos. Itu kuncinya. Apalagi di luar negeri, tidak ada sama sekali,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Edy Rahmayadi menyebut Festival Danau Toba perlu evaluasi kegiatan. Edy menilai FDT kurang bermanfaat dalam menarik wisatawan.

“(Cari) bentuk lain gantinya apa, kayaknya kurang bermanfaat festival itu. Nanti kita bentuk seperti triathlon. Bukan ditiadakan kegiatannya, tapi bentuknya apa, metodenya apa, agar wisatawan itu datang ke Danau Toba,” ucap mantan Pangkostrad ini.  
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Idul Fitri Ditengah Pandemi

Kamis, 28 Mei 2020
Video

VIRAL, Potongan Video SBY yang di Unggah Tahun 2018

Kamis, 28 Mei 2020

Artikel Lainnya

Asosiasi Dosen Kutuk Keras Tindakan Intimidasi Pada Mahasiswa UGM Yang Diskusikan Pemecatan Presiden
Politik

Asosiasi Dosen Kutuk Keras T..

30 Mei 2020 06:14
Diminta Kedepankan Keselamatan Rakyat, Pemerintah Harus Hati-hati Terapkan New Normal Hadapi Covid-19
Politik

Diminta Kedepankan Keselamat..

30 Mei 2020 05:41
Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Mendorong Isu PKI Kembali Mencuat
Politik

Pembahasan RUU Haluan Ideolo..

30 Mei 2020 01:32
DPR Tegaskan Keputusan Pilkada 2020 Digelar Desember Sudah Terukur
Politik

DPR Tegaskan Keputusan Pilka..

30 Mei 2020 01:22
Halal Bihalal Virtual, Airlangga Hartarto Instruksikan Kader Partai Golkar Menjaga Protokol New Normal
Politik

Halal Bihalal Virtual, Airla..

30 Mei 2020 00:13
Libatkan TNI/Polri, Pendisiplinan Masyarakat Hadapi Covid-19 Harus Humanis
Politik

Libatkan TNI/Polri, Pendisip..

30 Mei 2020 00:13
Soal Kedatangan 500 TKA Cina, Jubir Luhut: Tak Ada Ancaman Rumahkan Pekerja Lokal Di Konawe
Politik

Soal Kedatangan 500 TKA Cina..

29 Mei 2020 23:47
Subur Sembiring Klaim Ambil Alih Kepemimpinan Partai Demokrat Dari AHY
Politik

Subur Sembiring Klaim Ambil ..

29 Mei 2020 22:30