Penasihat Hukum: Romi Sengaja Jadi Target Agar Karir Politiknya Mati

Romahurmuziy bersama penasihat hukum Maqdir Ismail/Net

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Agus Rahardjo disebut pernah mengancam Ketua Umum (nonaktif) PPP, M. Romahurmuziy sebagai target operasi.

Hal itu diungkapkan penasihat hukum Romi, Maqdir Ismail saat membacakan nota pembelaan pada persidangan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin malam (13/1).

Di persidangan itu, Maqdir mengungkapkan adanya ancaman oleh Agus kepada Romi sesuai dengan apa yang diceritakan oleh salah satu saksi yakni Roziqi yang merupakan mantan Ketua Timses Khofifah Indar Parawansyah.

Kesaksian Roziqi itu tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nomor 67.

"Seperti yang diterangkan oleh saksi Roziqi bahwa ketua KPK ketika itu sejak tahun lalu, sejak tahun 2018 sudah mengatakan bahwa Pak Romi ini adalah target. Apa pentingnya bahwa target mereka adalah Romi kalau tidak untuk kepentingan politik," ucap Maqdir.

Selain itu, Maqdir menduga Romi sengaja menjadi target agar dimatikan karir politiknya lantaran merupakan tokoh potensial.

"Romi adalah seorang anak muda yang memimpin partai bukan karena adanya patron tetapi karena dia mampu dan dianggap mampu memimpin partai ini berarti dia harus dihancurkan," kata Maqdir.

Romi adalah sosok anak muda cerdas. Dia memiliki pengikut yang jelas, dalam arti bahwa dia termasuk diantara keluarga NU yang cukup berpengaruh. Potensi inilah yang menurut Maqdir dianggap ancaman, sehingga perlu dirusak.

"Justru yang kami melihat bahwa KPK memang digunakan menjadi instrumen untuk menjebak. Ini menjadi persoalan kita, maka kami katakan bahwa proses penegakan hukum bukan penegakan hukum tetapi untuk menghancurkan lawan politik ini yang kita sesalkan," tegas Maqdir.

Romi dituntut empat tahun kurungan penjara oleh Jaksa KPK dalam kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama. Selain itu, Romi juga didenda sebesar Rp 250 juta subsider lima bulan kurungan. Tak hanya itu, dia juga diminta menggantikan uang korupsi sebesar Rp 416,4 juta subsider satu tahun penjara.

Dalam kasus ini, JPU KPK mendakwa Romi menerima suap senilai Rp 416,4 juta pada perkara suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag.

KPK menyebut, Romi menerima suap yang diberikan oleh Haris Hasanuddin, selaku mantan Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur, sebesar Rp 325 Juta. Sementara sisanya, didapat Romi dari Muh. Muafaq Wirahadi selaku mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik sebesar Rp 91,4 Juta.

Atas perbuatan itu, Romi dianggap melanggar Pasal 12 huruf b atau 11 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Puan Maharani Desak PBB Redakan Ketegangan Dan Bantu Warga Palestina
Politik

Puan Maharani Desak PBB Reda..

16 Mei 2021 11:58
Demi Rebut Kemenangan Di Tahun 2024, Airlangga Ajak Golkar Dukung Program Pemulihan Ekonomi Bangsa
Politik

Demi Rebut Kemenangan Di Tah..

16 Mei 2021 11:47
Buntut Kasus Alat Tes Corona Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostik
Politik

Buntut Kasus Alat Tes Corona..

16 Mei 2021 10:58
Salah Satu Manfaat Alih Status ASN, Pegawai KPK Tidak Lagi Terjebak Politik Praktis
Politik

Salah Satu Manfaat Alih Stat..

16 Mei 2021 10:48
Kutuk Israel, Dasco: Amanat Konstitusi Kita Jelas, Kemerdekaan Adalah Hak Segala Bangsa
Politik

Kutuk Israel, Dasco: Amanat ..

16 Mei 2021 10:19
Pengamat: Kerumunan Di Tempat Wisata Jakarta Kesalahan Pemerintah Pusat
Politik

Pengamat: Kerumunan Di Tempa..

16 Mei 2021 09:53
Iwan Sumule: Jangan Larut Pada Sumpah Serapah Ke Israel, Negeri Kita Pun Terjadi Tragedi Kemanusiaan
Politik

Iwan Sumule: Jangan Larut Pa..

16 Mei 2021 09:27
Tidak Hanya Anies, Ridwan Kamil Pun Tutup Wisata Batukaras Usai Pengunjung Membludak
Politik

Tidak Hanya Anies, Ridwan Ka..

16 Mei 2021 08:58