Calon Pangganti Wahyu Setiawan: Saya Belum Dapat Pemberitahuan Resmi Presiden

I Made Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi/Net

Calon pengganti posisi Wahyu Setiawan sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Made Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi dari Presiden Joko Widodo.

"Sampai saat ini saya belum mendapat pemberitahuan resmi mengenai hal itu," ucap Dewa saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/1).

Meski belum mendapat kabar baik tersebut, Dewa sampai saat ini masih terus aktif sebagai anggota Bawaslu Provinsi Bali.

"Saya bertugas seperti biasa di Bawaslu Bali, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut," tuturnya.

Lebih lanjut, Dewa membenarkan informasi yang disampaikan KPU tentang hasil fit and proper test calon komisioner KPU tahun 2017 silam.

"Memang berdasarkan hasil fit and proper test di Komisi II pada saat seleksi KPU tahun 2017 yang lalu, saya berada pada urutan kedelapan," terang Dewa.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, KPK telah resmi menetapkan Wahyu sebagai tersangka terkait dugaan suap upaya pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dari PDIP dapil Sumsel I Riezky Apriliani oleh Harun Masiku.

KPU pun mengaku telah mempersiapkan pengganti Wahyu untuk menjadi komisioner.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, mekanisme pergantian Wahyu dilakukan dengan cara melihat hasil suara pemilihan anggota KPU pada 2017, alias tidak ada proses fit and proper test.

Dalam hasil pit and proper test komisioner KPU dua tahun lalu, Arief mengatakan terdapat satu orang calon anggota KPU yang berhasil mendapatkan suara terbanyak kedelapan, dengan perolehan 21 suara.

"Kalau tidak salah Pak I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dulu dia Ketua KPUD Provinsi Bali, sekarang dia anggota Bawaslu Provinsi Bali," kata Arief dalam konferensi pers di kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat pekan lalu (10/1). Calon Pangganti Wahyu Setiawan: Saya Belum Dapat Pemberitahuan Resmi Presiden

RMOL Calon pengganti posisi Wahyu Setiawan sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Made Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi dari Presiden Joko Widodo.

"Sampai saat ini saya belum mendapat pemberitahuan resmi mengenai hal itu," ucap Dewa saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/1).

Meski belum mendapat kabar baik tersebut, Dewa sampai saat ini masih terus aktif sebagai anggota Bawaslu Provinsi Bali.

"Saya bertugas seperti biasa di Bawaslu Bali, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut," tuturnya.

Lebih lanjut, Dewa membenarkan informasi yang disampaikan KPU tentang hasil fit and proper test calon komisioner KPU tahun 2017 silam.

"Memang berdasarkan hasil fit and proper test di Komisi II pada saat seleksi KPU tahun 2017 yang lalu, saya berada pada urutan kedelapan," terang Dewa.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, KPK telah resmi menetapkan Wahyu sebagai tersangka terkait dugaan suap upaya pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dari PDIP dapil Sumsel I Riezky Apriliani oleh Harun Masiku.

KPU pun mengaku telah mempersiapkan pengganti Wahyu untuk menjadi komisioner.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, mekanisme pergantian Wahyu dilakukan dengan cara melihat hasil suara pemilihan anggota KPU pada 2017, alias tidak ada proses fit and proper test.

Dalam hasil pit and proper test komisioner KPU dua tahun lalu, Arief mengatakan terdapat satu orang calon anggota KPU yang berhasil mendapatkan suara terbanyak kedelapan, dengan perolehan 21 suara.

"Kalau tidak salah Pak I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dulu dia Ketua KPUD Provinsi Bali, sekarang dia anggota Bawaslu Provinsi Bali," kata Arief dalam konferensi pers di kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat pekan lalu (10/1).

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Pejabat Tinggi Pemprov Ramai-ramai Mundur, Ada Apa?
Politik

Pejabat Tinggi Pemprov Ramai..

11 Agustus 2020 06:04
Pendiri PAN Pertanyakan Jasa Fahri Hamzah Dan Fadli Zon Untuk Negara
Politik

Pendiri PAN Pertanyakan Jasa..

11 Agustus 2020 05:22
Senator Jakarta: Kepala Daerah Jangan Paksakan Diri Terapkan Sekolah Tatap Muka
Politik

Senator Jakarta: Kepala Daer..

11 Agustus 2020 03:58
MPR  Dorong Pemerintah Segera Lakukan Terobosan Meredam Peningkatan Kasus Covid-19
Politik

MPR Dorong Pemerintah Seger..

11 Agustus 2020 03:20
Pengamat: Calon Tunggal Vs Kotak Kosong Terjadi Karena Hilangnya Idealisme Partai
Politik

Pengamat: Calon Tunggal Vs K..

11 Agustus 2020 02:56
AHY-Anies Untuk Pilpres 2024, Benny Harman: Ini Bentuk Kepedulian Rakyat Terhadap Masa Depan Bangsa
Politik

AHY-Anies Untuk Pilpres 2024..

11 Agustus 2020 02:33
Keberhasilan Jokowi Juga Tidak Lepas Dari Pemerintahan SBY
Politik

Keberhasilan Jokowi Juga Tid..

11 Agustus 2020 01:36
Mendagri, Mensos Dan Menkeu Terbitkan SKB Untuk Percepatan Pemutakhiran DTKS
Politik

Mendagri, Mensos Dan Menkeu ..

11 Agustus 2020 01:02