Fahri Hamzah: Ajaib Memang, Negara Kepulauan Masih Impor Garam

Rabu, 15 Januari 2020, 16:45 WIB
Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Petani garam/Net

Kementerian perindustrian pastikan alokasi impor garam pada 2020 akan mengalami penambahan. Alokasi bertambah dari 2,75 juta ton jadi 2,92 juta ton.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin, Muhammad Khayam mengakui alokasi impor garam 2020 untuk industri memang ada peningkatan.

Pada 2019, alokasi impor garam mencapai 2,75 juta ton, dan tahun ini naik 6 persen jadi 2,92 juta ton.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengaku tidak habis pikir dengan kebijakan pemerintah tersebut.

"Saya termaauk yang tidak bisa mengerti mengapa kita masih impor garam," ujar Fahri di akun Twitter @Fahrihamzah, Rabu (15/1).

Bagi Fahri, kontur alam Indonesia yang memiliki banyak garis pantai seharusnya tidak perlu melakukan impor garam.

"Ajaib memang, negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia kok impor garam," demikian Fahri.

Kolom Komentar


Video

PA 212 Ancam Gelar Revolusi Jika Pemerintah Jadi Dalang Korupsi

Sabtu, 22 Februari 2020
Video

Gedung DPR Kebakaran

Senin, 24 Februari 2020