Pengamat: Akan Ada Perang Partai Soal Jiwasraya

Minggu, 02 Februari 2020, 14:02 WIB
Laporan: Raiza Andini

Direktur P3S, Jerry Massie/RMOL

Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera bersikukuh ingin membentuk panitia khusus (pansus) di parlemen mengenai pengungkapan kasus gagalnya pembayaran dana nasabah JS Saving Plan PT. Asuransi Jiwasraya.

Namun, tujuh partai lainnya telah sepakat membentuk panitia kerja (Panja) untuk mengungkap kasus Jiwasraya.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie memprediksi akan ada semacam perang partai jika kedua belah pihak antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.

“Saya melihat akan terjadi political war fair terjadi perang anatara partai indikasinya kuat di sana karena Demokrat menginginkan pansus sedangkan PDI P panja,” urai Jerry di acara Crosschek, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (2/2).

Jerry melihat kedua belah pihak belum sepakat untuk mengungkap kasus Jiwasraya. Kata Jerry, kasus tersebut tidak akan pernah selesai seperti kasus-kasus sebelumnya.

“Akan terjadi tarik ulur dua partai, yang menginginkan Pansus PKS dan Demokrat. Tinggal kita menantikan, tapi saya pesimis ini akan berjalan baik, optimis saya berkurang persoalan kemarin saja enggak selesai dengan baik,” katanya.

Dia menambahkan PDI Perjuangan yang menginginkan membentuk Panja akan tidak fokus dengan persoalan lain, yang masih mangkrak di meja parlemen.

“Reaksi dari PDIP itu ingin mebentuk Panja ada tiga panja, satu Pansus, saya katakan jangan sampai century kemarin berlarut-larut berkepanjangan. Banyak pekerjaan itu harus lakukan, perpindahan ibukota, omnibus law itu dikerjakan mampu enggak DPR, kita terus terang saja dari 55 UU baru lima yang dikerjakan,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Pasca Positif COVID-19, kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Membaik

Selasa, 31 Maret 2020
Video

Bupati Bintan Tegas, 39 TKA China Diperintahkan Angkat Kaki

Rabu, 01 April 2020
Video

#DiRumahAja, Ini Perjuangan Tenaga Medis Proteksi Diri Mencegah Penyebaran Virus Corona

Kamis, 02 April 2020