Andre Jebak PSK, Waketum Gerindra: Jangan Sakiti Wanita Yang Terzalimi Kerakusan Pejabat Politik

Andre Rosiade/Net

Tertanamnya sifat benci, sombong, munafik dan rakus pada diri politisi di Senayan dan eksekutif dalam politik Indonesia menjadi akar msalah sosial. Salah satunya adalah prakter pekerja seks komersial (PSK).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyebut kondisi itu menjadi lebih buruk lagi saat masalah sosial semacam PSK itu dijadikan alat pencitraan oleh politisi.

"Seperti yang dilakukan oleh Anggota DPR RI Gerindra yang sangat nampak politik kerakusan, kesombongan dalam menjalankan kekuasaannya," ujar Arief kepada wartawan, Jumat (7/2).

Ungkapan Arief merujuk pada aksi gerebek PSK online di Kota Padang, Sumatera Barat yang dilakukan anggota Fraksi Gerindra DPR, Andre Rosiade.

"Seorang wanita di Kota Padang yang terpaksa karena sulitnya perekonomian untuk menghidupi anak-anaknya sehingga dengan berat hati berstatus PSK. Dia harus dijebak untuk membuat politikus itu menjadi seperti paling hebat, dan sombong. Dan (wanita itu) harus berurusan dengan hukum," terang Arief.

Kata dia, sebagai politisi seharusnya Andre bisa lebih bijak dalam bertindak untuk menghadirkan solusi. Bukan malah menjadikan masalah sosial sebagai alat pencitraan.

"Mau jadi apa negara ini kalau seperti ini, wakil rakyat bukan menyelesaikan permasalahan sosial yang dihadapi para wanita yang kesulitan mencari nafkah, justru dijadikan alat pencitraan oleh anggota DPR RI yang katanya terhormat," katanya penuh sesal.

Arief menekankan bahwa tindakan Andre sudah membuat malu organisasi. Terlebih, saat pemilu tidak sedikit dari PSK yang memilih Partai Gerindra dengan harapan ada perbaikan kehidupan sosial mereka.

"PSK saat pemilu banyak berharap kepada Gerindra dan Prabowo Subianto agar kehidupannya bisa terlepas dari lembah yang kelam. Terbukti di area prostitusi di Jakarta Utara, Partai Gerindra paling banyak dipilih," jelasnya.

"Jangan sakiti wanita yang sudah terzalimi kehidupannya akibat pejabat-pejabat legislatif dan eksekutif yang korup dan rakus," pungkasnya.  

Kolom Komentar


Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Waspada!! Gunung Merapi Menggelembung

Sabtu, 11 Juli 2020

Artikel Lainnya

Harus Tegas Dievaluasi, Sekarang New Habit Corona
Politik

Harus Tegas Dievaluasi, Seka..

14 Juli 2020 04:01
Banyak Laporan Calon Petahana Manfaatkan Dana Bansos Corna, Tito Minta KPU Terbitkan Aturan
Politik

Banyak Laporan Calon Petahan..

14 Juli 2020 03:57
Masuk Tahun Ajaran Baru Dan Sekolah Zona Hijau Dibuka, Ini Pesan AHY Untuk Orang Tua Siswa
Politik

Masuk Tahun Ajaran Baru Dan ..

14 Juli 2020 02:45
Buronan Kakap Djoko Tjandra Punya EKTP Dan Paspor, Tito Pilih Enggan Berkomentar
Politik

Buronan Kakap Djoko Tjandra ..

14 Juli 2020 02:19
Guspardi: KPK Harus Tindak Tegas Kepala Daerah Penunggang Dana Bansos Corona Untuk Kampanye
Politik

Guspardi: KPK Harus Tindak T..

14 Juli 2020 01:53
GMNI Usulkan Ali Sastroamidjojo Jadi Pahlawan Nasional
Politik

GMNI Usulkan Ali Sastroamidj..

14 Juli 2020 01:47
Iwan Sumule Bahagia Din Syamsuddin Dkk Turut Gugat UU Corona Ke MK
Politik

Iwan Sumule Bahagia Din Syam..

14 Juli 2020 01:14
Pilkada Di Tengah Covid-19, Tito Karnavian: Inilah Momen Kepala Daerah Adu Gagasan Atasi Corona
Politik

Pilkada Di Tengah Covid-19, ..

13 Juli 2020 23:08