Andre Jebak PSK, Waketum Gerindra: Jangan Sakiti Wanita Yang Terzalimi Kerakusan Pejabat Politik

Jumat, 07 Februari 2020, 22:10 WIB
Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Andre Rosiade/Net

Tertanamnya sifat benci, sombong, munafik dan rakus pada diri politisi di Senayan dan eksekutif dalam politik Indonesia menjadi akar msalah sosial. Salah satunya adalah prakter pekerja seks komersial (PSK).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyebut kondisi itu menjadi lebih buruk lagi saat masalah sosial semacam PSK itu dijadikan alat pencitraan oleh politisi.

"Seperti yang dilakukan oleh Anggota DPR RI Gerindra yang sangat nampak politik kerakusan, kesombongan dalam menjalankan kekuasaannya," ujar Arief kepada wartawan, Jumat (7/2).

Ungkapan Arief merujuk pada aksi gerebek PSK online di Kota Padang, Sumatera Barat yang dilakukan anggota Fraksi Gerindra DPR, Andre Rosiade.

"Seorang wanita di Kota Padang yang terpaksa karena sulitnya perekonomian untuk menghidupi anak-anaknya sehingga dengan berat hati berstatus PSK. Dia harus dijebak untuk membuat politikus itu menjadi seperti paling hebat, dan sombong. Dan (wanita itu) harus berurusan dengan hukum," terang Arief.

Kata dia, sebagai politisi seharusnya Andre bisa lebih bijak dalam bertindak untuk menghadirkan solusi. Bukan malah menjadikan masalah sosial sebagai alat pencitraan.

"Mau jadi apa negara ini kalau seperti ini, wakil rakyat bukan menyelesaikan permasalahan sosial yang dihadapi para wanita yang kesulitan mencari nafkah, justru dijadikan alat pencitraan oleh anggota DPR RI yang katanya terhormat," katanya penuh sesal.

Arief menekankan bahwa tindakan Andre sudah membuat malu organisasi. Terlebih, saat pemilu tidak sedikit dari PSK yang memilih Partai Gerindra dengan harapan ada perbaikan kehidupan sosial mereka.

"PSK saat pemilu banyak berharap kepada Gerindra dan Prabowo Subianto agar kehidupannya bisa terlepas dari lembah yang kelam. Terbukti di area prostitusi di Jakarta Utara, Partai Gerindra paling banyak dipilih," jelasnya.

"Jangan sakiti wanita yang sudah terzalimi kehidupannya akibat pejabat-pejabat legislatif dan eksekutif yang korup dan rakus," pungkasnya.  

Kolom Komentar


Video

SARI MADJID: Ketika Seni | Puisi Hari Ini

Selasa, 07 April 2020
Video

Warung Makar Lieus Sungkharisma Bagi-bagi Makanan Untuk Ojol

Selasa, 07 April 2020
Video

Kisah Perjuangan Sembuh Pasien Positif Corona di Merauke

Selasa, 07 April 2020