Tampil Berbeda Bersama Milenial, LaNyalla Sosialisasi Empat Pilar Pakai Metode Kuis

Sabtu, 08 Februari 2020, 21:25 WIB
Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

LaNyalla Mattalitti (dua kiri)/Ist

Anggota MPR RI yang juga Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengisi acara sosialisasi empat pilar MPR RI kepada kalangan muda millenial, di Graha Kadin Jawa Timur, Sabtu (8/2)

Jika sosialisasi lumrahnya menggunakan metode seminar atau ceramah. LaNyalla tampil berbeda dengan menggunakan metode kuis wawasan kebangsaan seputar Pancasila.

Saat membuka kegiatan, LaNyalla menyatakan dirinya punya lima pertanyaan seputar Pancasila. Bagi siapa yang bisa menjawab dengan benar mendapat hadiah.

“Pertanyaan mulai dari yang mudah sampai yang sulit. Makin sulit makin besar hadiahnya. Tapi semua handphone harus dimatikan, jangan cari jawaban di google lho,” ujar LaNyalla.

Untuk memeriahkan kuis dan menambah semangat, dia telah menyediakan hadiah uang senilai Rp.100 ribu hingga Rp.500 ribu kepada peserta.

Pertanyaan pertama yang dilontarkan anggota MPR tersebut, yakni kata Pancasila merupakan bahasa apa.

Pertanyaan itu dapat dijawab dengan tepat oleh peserta perempuan. “Dari Bahasa Sansekerta,” tegas Siti Maryam.

Namun pertanyaan kedua, yakni peserta diminta menjelaskan apa yang dimaksud dengan ideologi, tidak berhasil dijawab dengan oleh 200 peserta yang hadir.  

Tak sampai di situ, kuis berlanjut. Kali ini LaNyalla melontarkan pertanyaan ketiga yaitu,

“Siapa sajakah yang tergabung dalam panitia kecil yang terdiri dari 9 orang dan populer disebut sebagai Panitia Sembilan?" kata LaNyalla.

Para peserta dengan antusias pun langsung berebut dipilih untuk maju ke depan menjawab pertanyaan. Ada dua peserta yang jawab secara bergantian. Siti Maryam hanya bisa menjawab tiga tokoh saja dari jumlah panitia sembilan. Sedangkan Joko Martono peserta asal Kecamatan Tegalsari berhasil menjawab sisa jawaban tersebut.

Tak mau kalah, Rusho peserta asal Sukolilo, Surabaya maju menjawab dengan tegas pertanyaan keempat.

"Apa yang termasuk dalam butir-butir Pancasila, sila Kemanusiaan yang adil dan beradab berdasarkan Tap MPR No.1 Tahun 2003," tanya LaNyalla.

“Setiap warga negara Indonesia layak mendapatkan hak-hak yang sama dan tidak memandang dari suatu golongan atau kelompok apapun,” ucap Rusho yang jawabannya hampir benar.

Sementara memasuki pertanyaan kelima, LaNyalla menyebutkan satu pertanyaan yang dia sebut pertanyaan paling sulit.

“Ada empat alasan kenapa kita tidak boleh mengubah pembukaan UUD 1945? coba disebutkan," tanya LaNyalla menutup pertayaan kuis berhadiah.

Peserta pun dengan antusias menjawab. Hanya saja, dari semua jawaban peserta, tidak ada seorang pun yang bisa memberikan jawaban yang tepat.

Ketua panitia kegiatan, Samsurin mengucapkan terima kasih kepada LaNyalla yang meluangkan waktu dan menggunakan cara sosialisasi yang disukai kalangan muda.

“Acara tadi dinamis, dan penuh tawa serta semangat. Apalagi kuisnya berhadiah. Beberapa pertanyaan tidak bisa dijawab, itu sekaligus indikator bagi kita semua sebagai bangsa untuk introspeksi,” ujarnya.

Kolom Komentar


Video

Pasca Positif COVID-19, kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Membaik

Selasa, 31 Maret 2020
Video

Bupati Bintan Tegas, 39 TKA China Diperintahkan Angkat Kaki

Rabu, 01 April 2020
Video

#DiRumahAja, Ini Perjuangan Tenaga Medis Proteksi Diri Mencegah Penyebaran Virus Corona

Kamis, 02 April 2020