Gurubesar Hukum UI: Kasus MeMiles Prematur, Perbuatannya Belum Jelas

Minggu, 09 Februari 2020, 01:18 WIB
Laporan: Diki Trianto

Kasus MeMiles masih belum jelas/Istimewa

Aparat kepolisian diminta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa kasus MeMiles sebagai upaya penipuan.

“Kasus MeMiles ini prematur. Karena belum jelas perbuatannya apa. Apakah investasi, apakah market placement, ini bisnis investasi atau aplikasi?” kata Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia, Chudry Sitompul saat jadi pembicara dalam Diskusi Publik bertajuk 'Membedah Polemik MeMiles: Bisnis Investasi atau Aplikasi' di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Sabtu (8/2).

Dalam diskusi tersebut, turut hadir pula pembicara lain. Di antaranya Pengamat Sosiologi Politik Dr Syahganda Nainggolan, mantan anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani, Digital Marketing Expert Jordy Wong Sidharta, dan Ketua Forum Komunikasi MeMiles Nasional David Okta.

Lantaran perbuatan MeMiles belum jelas, sambungnya, maka sulit menentukan hal itu masuk ke dalam bentuk pidana mana. Apakah dikenakan UU Perbankan, UU Perdagangan, atau KUHP biasa, seperti penipuan.

"Jadi, peraturan mana yang dilanggar? Peraturan itu kan ada unsur-unsurnya, ada elemen-elemennya. Apakah semua elemen dan unsur-unsur pidana itu terpenuhi oleh perbuatan ini? Makanya ini prematur,” jelasnya.

Jika kegiatan tersebut dimasukkan sebagai perbuatan mengandung unsur penipuan, maka faktanya para anggota MeMiles tidak merasakan adanya unsur tersebut.

“Jadi ini tidak jelas apakah ini perbuatannya yang dilarang, atau akibatnya yang dilarang. Kalau misalnya dikatakan penipuan, siapa korbannya yang ditipu? Ini (para member MeMiles) kebanyakan justru mereka ingin kegiatan MeMiles diteruskan,” sambung Chudry.

Pun demikian jika dimasukkan ke dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU). Syarat harus ada kejahatan awal, predicate crime, itu tidak ada.

"Tetap harus ada kejahatan yang mendahuluinya, atau predicate crime itu. Nggak bisa langsung melakukan tindak pidana pencucian uang kalau tidak bisa dibuktikan kejahatan lain yang mendahuluinya. Nah, kalau MeMiles ini apa kejahatan awalnya?” tandasnya.

Saat ini, Polda Jawa Timur tengah mengembangkan kasus MeMiles dan telah menetapkan beberapa tersangka. Sejumlah aset milik MeMiles berupa uang senilai Rp 2 miliar di bank pun turut disita.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Update COVID-19: Luhut dan Jokowi Satu Suara Virus Corona Tidak Cocok Cuaca Panas Indonesia

Jumat, 03 April 2020
Video

JODHI YUDOYONO: Ketika Membayangkan | Puisi Hari Ini

Jumat, 03 April 2020
Video

Update COVID-19 | Jumat 3 April, Positif 1.986 orang, dan 181 Meninggal

Jumat, 03 April 2020