Punya Banyak Potensi, Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Naik Jadi 7 Persen

Sabtu, 15 Februari 2020, 03:19 WIB

Sri Mulyani/RMOL

Pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah menjadi 7 persen.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mengaku optimis pertumbuhan di Jateng cepat terwujud karena memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.

"Banyak keunggulan di Jawa Tengah yang dapat ditingkatkan, baik keunggulan komparatif maupun kompetitifnya," ujar Sri Mulyani dilansir dari Kantor Berita RMOL Jateng, Jumat (14/2).

"Industri manufaktur dan ekspor Jateng misalnya, itu lebih tinggi daripada nasional. Tentu ini modal awal yang sangat bagus," katanya menambahkan.

Pertumbuhan ekonomi Jateng, lanjut dia, selama ini juga selalu menjadi yang tertinggi secara nasional. Menurutnya, cita-cita meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi 7 persen bukan perkara sulit.

Namun demikian, Sri Mulyani menilai industri dan ekspor Jateng yang tinggi akan menjadi tidak optimal dengan tingkat konsumsi masyarakat yang masih rendah.

"Padahal pertumbuhan ekonomi itu begitu bergantung pada tingkat konsumsi masyarakat. Apalagi Jateng, dimana 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nya tergantung pada tingkat konsumsi masyarakat," terangnya.

Untuk itu, katanya, Pemprov Jateng harus berpikir kreatif dan inovatif untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Salah satu cara yang tepat adalah peningkatan sektor jasa dan pariwisata.

"Pariwisata Jateng sangat potensial untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Dengan pariwisata, maka konsumsi tidak hanya dari warga Jateng, tapi juga dari wisatawan," jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, Jateng memiliki destinasi wisata unggulan nasional yakni Borobudur. Dengan pengelolaan yang baik, tentu hal itu akan semakin mempercepat dorongan pada pertumbuhan ekonomi.

"Jateng tidak perlu khawatir, karena kami pemerintah pusat akan mendukung secara penuh dengan segala kebijakan dari pusat. Jangan hanya mengandalkan APBD, sumber pendanaan lain dari APBN atau mekanisme lain seperti pola Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta obligasi harus dioptimalkan," tutupnya.

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Harta | Puisi Hari Ini

Senin, 10 Februari 2020
Video

[FULL] | Singgung Film Avengers: Endgame, Pidato Jokowi di Parlemen Australia

Senin, 10 Februari 2020
Video

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

Selasa, 11 Februari 2020