Meradang, Saan Mustopa Pertanyakan Metodologi Riset Lembaga Besutan Akbar Faizal

Selasa, 18 Februari 2020, 15:07 WIB
Laporan: Faisal Aristama

Saan Mustopa/RMOL

Hasil riset Nagara Institute yang merilis Partai Nasdem menempati urutan teratas terpapar dinasti politik, dinilai tidak berdasar.

Pasalnya, proses rekrutmen di Nasdem sangat terbuka, tanpa melihat latar belakang yang ingin maju di legislatif maupun eksekutif.

Demikian ditegaskan Sekertaris Fraksi Partai Nasdem DPR, Saan Mustopa kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2).

"Terpapar dinasti politik dari mana? Tidak ada! Partai Nasdem itu partai yang terbuka. Nasdem itu memberikan kesempatan kepada semua putra putri terbaik yang ada di pusat maupun daerah tanpa melihat asal usul," tegas Saan Mustopa.

Atas dasar itu, Saan Mustopa mempertanyakan metodologi riset yang digunakan oleh lembaga yang digawangi oleh Akbar Faizal yang juga politisi Nasdem itu. Sebab, hasil riset dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di Nasdem.
 
"Jadi menurut saya kalau memang hasil surveinya seperti itu, kita perlu pertanyakan metodologi surveinya. Jadi, harus dikaji ulang," pungkasnya.

Nagara Institute menemukan sebesar 17.22 persen hasil pemilihan anggota DPR Rl 2019 terpapar dinasti politik. Atau, sebanyak 99 dari 575 anggota legislatif terpilih memiliki hubungan dengan pejabat publik.

Partai Nasdem menempati urutan pertama terpapar dinasti politik dengan presentase sebesar 33,90 persen. Disusul Partai Golkar (31,58 persen), Partai PDI Perjuangan (21,18 persen), Partai Gerindra (18,52 persen), Demokrat (18,18 persen), Partai PAN (16,67 persen), PPP (13,28 persen).

Kemudian, ada PKS (8 persen), dan PKB yang menempati posisi paling buncit dengan raihan 5,17 persen terpapar politik dinasti.

Kolom Komentar


Video

SARI MADJID: Ketika Seni | Puisi Hari Ini

Selasa, 07 April 2020
Video

Warung Makar Lieus Sungkharisma Bagi-bagi Makanan Untuk Ojol

Selasa, 07 April 2020
Video

Kisah Perjuangan Sembuh Pasien Positif Corona di Merauke

Selasa, 07 April 2020