Saan Mustopa: Putra Pak Surya Paloh Cuma Satu, Partai Lain Banyak Banget

Saan Mustopa/Net

Sekertaris Fraksi Partai Nasdem DPR, Saan Mustopa tidak terima partainya disebutkan sebagai partai paling terpapar dinasti politik, seperti riset Nagara Institute.

Pasalnya, masih ada partai politik lain yang dinilai lebih oligarkis dan terpapar dinasti politik.

Diketahui, Nagara Institute merupakan lembaga riset baru besutan politisi Nasdem, Akbar Faizal.

"Terpapar dinasti politik dari mana? Tidak ada, partai Nasdem itu partai yang terbuka dan transparan," tegas Saan Mustopa, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/2).

Menurut dia, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh tidak mempraktikkan dinasti politik di Indonesia. Hal itu justru berbeda dengan parpol lain yang cenderung mengarah pada upaya dinasti politik.

"Tidak ada juga dinasti. Putranya Pak Surya Paloh cuma satu, dan ada kepengurusan di DPP hal yang wajar saja. Kita lihat juga di partai lain kan lebih banyak banget. Bahkan menjadi inti-intinya. Di sini (Nasdem) kan cuma jadi salah satu ketua," tegas Wakil Ketua Komisi II DPR ini.

Selain itu, Saan Mustopa menilai Akbar Faizal sedianya bisa menilai bahwa tidak ada dinasti politik di Partai Nasdem.

"Searusnya Pak Akbar Faizal bisa merasakan sendiri bagaimana Partai Nasdem itu memberikan semua kesempatan kepada semua putra-putri terbaik yang ada di pusat maupun daerah, tanpa melihat asal usul, latar belakang," tuturnya.

Lebih lanjut, Saan Mustopa justru mempertanyakan metodologi hingga kredibilitas lembaga riset besutan Akbar Faizal itu. Sebab, diyakininya tidak sesuai dengan realitas yang terjadi di Partai Nasdem.

"Menurut saya kalau memang hasil surveinya seperti itu kita perlu pertanyakan metodologi surveinya, harus dikaji ulang. Apalagi ini kan lembaga baru yang kita belum tahu kredibilitas lembaganya," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Keuangan Bergantung Pajak Dan Utang, Faisal Basri: Pengelolaan Fiskal Negara Ugal-ugalan
Politik

Keuangan Bergantung Pajak Da..

02 Juni 2020 00:41
Ade Armando Hina Din Syamsuddin Dan Muhammadiyah, IMM: Kebebasan Berpendapat Dibatasi Etika Sosial
Politik

Ade Armando Hina Din Syamsud..

02 Juni 2020 00:00
Ade Armando Singgung Din Syamsuddin Dan Muhammadiyah, Kokam: Terlalu Besar Organisasi Menghadapi, Biar Netizen Saja
Politik

Ade Armando Singgung Din Sya..

01 Juni 2020 23:11
Disomasi Pemuda Muhammadiyah, Begini Sikap Ade Armando
Politik

Disomasi Pemuda Muhammadiyah..

01 Juni 2020 23:11
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Sekjen Gerindra Khawatir Seluruh Sektor Bisnis Terpuruk
Politik

Kasus Covid-19 Terus Meningk..

01 Juni 2020 22:43
Kalah Jam Terbang, Kritikan Ade Armando Pada Din Syamsuddin Pun Tak Kontekstual
Politik

Kalah Jam Terbang, Kritikan ..

01 Juni 2020 22:21
Gelar Rakornis Virtual, Airlangga Hartarto: Partai Golkar Paling Siap Masuk Era Digital
Politik

Gelar Rakornis Virtual, Airl..

01 Juni 2020 22:02
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Generasi Muda Gotong Royong Bangun Teluk Bintuni
Politik

Hari Lahir Pancasila Jadi Mo..

01 Juni 2020 21:50