Mungkin Megawati Tidak Bermaksud Menyindir, Dia Hanya Sedang Kecewa

Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati/Net

Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dalam pidato politik di DPP PDIP, Jakarta, menyebut 2024 memerlukan regenerasi yang akan diisi oleh kalangan milenial. Ia mengatakan kesal mendengar adanya upaya regenerasi atau dinasti politik, yaitu memaksakan anak-anaknya terjun ke politik juga

Pernyataan ini dianggap sebuah sindiran. Walau Megawati bicara dalam forum partainya sendiri, namun hal tersebut menimbulkan multitafsir bagi kader dari partai lainnya. 

Seperti yang dikatakan Karyono Wibowo, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institut (IPI). Ia tak memungkiri, pernyataan Megawati berpotensi menimbulkan multitafsir sehingga lahirnya berbagai pendapat di masyarakat.

"Pernyataan Megawati membuka ruang penafsiran secara liar di tengah euforia demokrasi dan kultur politik," ujarnya.

Ia sendiri memandang pernyataan Megawati pada hakikatnya adalah ekspresi kekecewaan atas fenomena politik dinasti yang makin kebablasan.

Hal ini mestinya dipahami sebagai peringatan kepada semua kader.
 
"Pernyataan keras Megawati tentang hasrat kekuasaan yang berdasarkan hubungan kekeluargaan dan kekerabatan perlu dipahami sebagai bentuk peringatan yang ditujukan kepada semua kader partai dan para bakal calon kepala daerah," kata Karyono kepada media, Kamis (20/2).

Munculnya pernyataan, menurut Karyono, ada latar belakangnya. Megawati merasa kekuasaan politik yang dibangun atas dasar keluarga kian masif dan berlangsung terus-menerus.

"Di sisi lain, Megawati mengingatkan agar kader partai tidak memaksakan anak-anaknya yang tidak memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin. Dengan demikian, Megawati tidak serta-merta menolak sepenuhnya politik dinasti," jelas Karyono.


Sementara Demokrat menilai pernyataan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri itu justru ditujukan untuk dirinya sendiri.

"Saya pikir Megawati sedang menegur dirinya, dan kesal pada dirinya karena memaksakan Puan dalam kancah politik ini," terang Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kepada media, di Jakarta, Kamis (20/2).

Ferninand mengungkapkan, Megawatimemiliki putri yang terjun ke politik dan menjadi menteri, lalu menjadi Ketua DPR. Kabarnya bahkan Puan direncanakan maju dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
"Bahkan rencananya mungkin mau maju pilpres 2024, itu karena apa? Mungkin Megawati paling bisa jawab. Jadi menurut saya, Ibu Mega sedang menegur dirinya dan partainya," tukasnya.

Untuk Demokrat sendiri, tidak merasa tersindir dengan pernyataan itu. Ferdinand meyakinkan, Demokrat dan terlebih Ketua Umum-nya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak sedang dalam kondisi yang disebut oleh Mega.

"Kami Demokrat tidak merasa disindir. Pak SBY tidak merasa disindir. Karena SBY dan Demokrat tidak sedang dalam situasi seperti yang disebut Bu Mega," ujarnya menutup obrolan dengan media.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Antisipasi Jurang Resesi, PKB Desak Jokowi Segera Normalisasi Anggaran Kementan Dan KKP
Politik

Antisipasi Jurang Resesi, PK..

07 Agustus 2020 05:57
Antisipasi Kehilangan Kepercayaan Rakyat, Jokowi Disarankan Segera Tepati Janji Politiknya
Politik

Antisipasi Kehilangan Keperc..

07 Agustus 2020 05:33
Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu
Politik

Yahya Cholil Staquf Sebut NU..

07 Agustus 2020 02:18
Bertemu Internal Dengan Fraksi Demokrat, AHY Bahas Situasi Nasional Terkini
Politik

Bertemu Internal Dengan Frak..

07 Agustus 2020 01:09
Jokowi Terbitkan Inpres Pelanggar Protokol Kesehatan, DPR: Sanksi Harus Mendidik Dan Ada Efek Jera
Politik

Jokowi Terbitkan Inpres Pela..

07 Agustus 2020 00:22
KH Yahya Cholil Staquf Sebut NU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Politik

KH Yahya Cholil Staquf Sebut..

06 Agustus 2020 23:54
Indef: Minus 5,32 Persen Saat Pandemik Corona Mengkonfirmasi Struktur Ekonomi Era Rezim Jokowi Rapuh
Politik

Indef: Minus 5,32 Persen Saa..

06 Agustus 2020 23:14
Ekonom Prediksi Perekonomian Nasional Akan Membaik Di Kuartal III
Politik

Ekonom Prediksi Perekonomian..

06 Agustus 2020 22:34