Orator Aksi: Korupsi Jiwasraya Pakai Otak, Berarti Yang Dipotong Apa Dong?

Jumat, 21 Februari 2020, 15:39 WIB
Laporan: Ahmad Alfian

Peserta Aksi Berantas Megakorupsi/RMOL

Ribuan orang yang mayoritas berpakaian serba putih memadati Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta pada Jumat (21/2).

Mereka semula akan beraksi di Istana Merdeka, namun kemudian aksi dipusatkan di depan Gedung Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat atau tepat dibatas kawat berduri yang dipasang polisi.

Aksi 212 ini mengusung tema “Berantas Megakorupsi, Selamatkan NKRI”. Mereka menuntut sejumlah kasus korupsi besar seperti Jiwasraya untuk diusut secara tuntas.

Orator aksi bahkan mendesak agar orang-orang yang terlibat dalam korupsi yang merugikan negara hingga belasan triliun rupiah itu dihukum secara tegas.

"Dalam hukum agama, kalau orang mencuri hukumannya adalah potong tangan. Kalau korupsi Jiwasraya bukan hanya tangan, tapi yang mereka pakai otak," ungkap salah seorang orator dari atas mobil Komando, Jumat siang (21/2).

"Otak ada di mana? Di kepala? Betul? Kalau gitu yang dipotong bukan cuma tangannya. Tetapi yang dipotong apanya dong?" lanjutnya.

Sontak jamaah yang hadir dengan suara lantang menjadi dengan kompak menjawab, “kepalanya”. Teriakan itu turut disambut gema takbir peserta aksi.

Saat ini, aksi dihentikan sejenak, tepatnya setelah kumandang adzan. Peserta aksi ada yang bergegas mencari air wudhu dan menunaikan ibadah shalat ashar.

Kolom Komentar


Video

Update Covid-19 Sabtu 28 Maret, Positif 1.155 orang, dan 102 Meninggal

Sabtu, 28 Maret 2020
Video

Darurat Corona, Dr. Tirta: Ini Saatnya Karantina Wilayah Per Provinsi

Sabtu, 28 Maret 2020