Keraguan India Bukti Informasi Resmi Indonesia Tidak Dipercaya

Senin, 24 Februari 2020, 13:52 WIB
Laporan: Widian Vebriyanto

Syahganda Nainggolan/Net

Indonesia mungkin bisa mengklaim tidak terdampak virus corona baru atau Covid-19. Namun demikian, klaim itu tidak serta merta diamini oleh negara lain.

Begitu tegas Direktur Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan kepada redaksi, Senin (24/2).

“Kita tidak bisa bersandar pada survei yang bilang Jokowi lebih hebat dari Bung Karno, seolah-olah semua terkendali,” tegasnya.

Dia lantas mengurai pernyataan resmi dari Direktorat Jenderal Penerbangan Komersial India (DGCA) yang mengeluarkan pernyataan resmi untuk memindai setiap pendatang dari 10 negara. Satu di antara 10 itu adalah Indonesia.

Mereka melakukan pemindaian untuk memerangi atau mencegah virus corona Covid-19 masuk ke wilayah India.

Menurut Syahganda, pernyataan itu seolah menampar klaim rezim Joko Widodo yang terus memastikan tidak ada virus corona baru di Indonesia.

“Negara besar curiga. India telah curiga, negara bagian Victoria curiga,” tegasnya.

Kecurigaan negara-negara itu, sambung Syahganda merupakan bukti bahwa informasi yang disampaikan pemerintah Indonesia tidak dipercaya oleh mereka alias diragukan.

“Bahwa di sini informasi resmi negara kita tidak dipercaya,” pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Update Covid-19 Sabtu 28 Maret, Positif 1.155 orang, dan 102 Meninggal

Sabtu, 28 Maret 2020
Video

Darurat Corona, Dr. Tirta: Ini Saatnya Karantina Wilayah Per Provinsi

Sabtu, 28 Maret 2020