Duet Prabowo-Puan Akan Terbuka Lebar Jika Perjanjian Batu Tulis Kembali Dihidupkan

Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani melakukan selfie/Istimewa

RMOL. Beragam formulasi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024 mulai bermunculan meski gelaran pesta demokrasi tersebut masih empat tahun ke depan.

Salah satu formulasi yang ramai diperbicangkan adalah duet Prabowo Subianto dan Puan Maharani.

Analis politik dari Universitas Islam Syech Yusuf Tangerang, Miftahul Adib berpendapat, duet tersebut akan mungkin terjadi jika perjanjian batu tulis tahun 2009 antara Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo tersebut kembali dihidupkan.

“Dan seiring cairnya koalisi Prabowo ke pemerintah saat ini (memungkinkan duet Prabowo-Puan),” kata Adib saat dihubungi, Senin (24/2).

Karena menurut Adib, king maker Pilpres 2024 bukan hanya pada Prabowo Subianto semata, melainkan Megawati dan Jokowi yang turut berperan.

Ditambah, partai-partai koalisi Joko Widodo saat ini tentu bakal membuka poros baru untuk memajukan figur lain seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Parpol ini akan membidik figur-figur yang akan diusung,” ujarnya.

Adapun perjanjian batu tulis yang dmaksud adalah kesepakatan yang ditandatangani Mega dan Prabowo pada 16 Mei 2009 silam. Ada tujuh poin dalam perjanjian yang diteken saat keduanya mencalonkan diri sebagai calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2009 silam.

Perjanjian tersebut pun sempat menjadi sorotan publik tanah air saat gelaran Pilpres 2014 silam. Di poin ke tujuh disepakati, Megawati akan mendukung Prabowo untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014. Namun faktanya, PDIP justru mengusung Jokowi-JK di periode tersebut dan berhadapan dengan Prabowo-Hatta.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Kepala Bappenas: New Normal Tidak Rumit, Dan Tidak Perlu Dirumit-rumitkan
Politik

Kepala Bappenas: New Normal ..

02 Juni 2020 18:36
Ade Armando, Segeralah Minta Maaf Pada Muhammadiyah Dan Din Syamsuddin Sebelum Kader IMM Bergerak
Politik

Ade Armando, Segeralah Minta..

02 Juni 2020 17:51
Kebijakan New Normal, Solusi Bagi Kelompok Kesehatan Dan Ekonomi Di Tengah Pandemik Covid-19
Politik

Kebijakan New Normal, Solusi..

02 Juni 2020 17:51
Maju Pilkada Lewat Partai Nasdem, Petrus Uropmabin: Surya Paloh Punya Hati Untuk Orang Papua
Politik

Maju Pilkada Lewat Partai Na..

02 Juni 2020 17:22
Dosen UBK: Nilai Pancasila Wajib Diterapkan Saat Pandemik, Hindari Dikotomi Dan Jangan Andalkan Luar Negeri
Politik

Dosen UBK: Nilai Pancasila W..

02 Juni 2020 17:21
Penangkapan Nurhadi Jadi Pintu Masuk Pemberantasan Mafia Hukum
Politik

Penangkapan Nurhadi Jadi Pin..

02 Juni 2020 17:07
Panglima TNI Sematkan Tanda Kehormatan Bintang Dharma Kepada KSAL Dan KSAU
Politik

Panglima TNI Sematkan Tanda ..

02 Juni 2020 16:51
Jelang New Normal, Jokowi Minta Pengelola Masjid Siapkan Protokol Kesehatan
Politik

Jelang New Normal, Jokowi Mi..

02 Juni 2020 16:24