Prabowo Tidak Perlu Maju Lagi Di 2024, Cukup Jadi King Maker

Prabowo Subianto/Net

Survei Indo Barometer yang merumuskan simulasi “Poros Teuku Umar dan Poros Gondangdia” dianggap telah merugikan bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sekalipun dalam simulasi tersebut, Prabowo yang dipasangkan dengan Ketua DPR Puan Maharani melawan pasangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Prosentasenya, 39,9 persen berbanding 21,9 persen.

Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai bahwa Prabowo Subianto merugi lantaran mantan Danjen Kopassus itu tidak perlu maju lagi di Pilpres 2024. Prabowo cukup menjadi king maker dan fokus pada pekerjaan sebagai Menteri Pertahanan.

“Sebenarnya tidak menguntungkan bagi Prabowo, momentum Prabowo paling puncak ada di 2019,” ujar Dedi ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/2).

Menurutnya, kontestasi Pilpres 2024 nanti akan didominasi oleh tokoh dari kalangan muda, sehingga Prabowo diharapkan tak perlu maju kembali. Terlebih banyak catatan isu negatif perihal dirinya yang sudah terekam dibenak publik saat Pilpres 2019 kemarin.

“Kalau maju, dia akan berhadapan dengan tokoh-tokoh baru yang lebih sedikit catatan buruknya, Prabowo entah benar atau salah soal isu negatif yang melekat padanya, tetap saja itu masih kuat diingatan publik,” katanya.

Mengenai sosok Puan Maharani, Dedi sendiri berpandangan bahwa anak petinggi partai banteng merah itu, kurang pas menjadi seorang calon presiden. Sekalipun saat ini posisi dan partai yang menaungi Puan sangan potensial.

“Puan Maharani secara ketokohan, jika dihitung secara nasional, masih sangat jauh dari potensi,” ujarnya.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

LaNyalla Minta Polisi Tangkap Pihak Yang Ancam Pelapor Pemotongan Bansos
Politik

LaNyalla Minta Polisi Tangka..

22 April 2021 12:19
Keteledoran Hilmar Farid Seharusnya Tidak Selesai Dengan Minta Maaf
Politik

Keteledoran Hilmar Farid Seh..

22 April 2021 12:11
KRI Nanggala-402 Hilang, Pimpinan Komisi I: Sinyal Alutsista TNI Butuh Peremajaan
Politik

KRI Nanggala-402 Hilang, Pim..

22 April 2021 12:09
Stok Oksigen KRI Nanggala-402 Cukup Untuk 53 Orang
Politik

Stok Oksigen KRI Nanggala-40..

22 April 2021 11:48
Stafsus Jokowi: Suatu Saat, Anak Papua Bakal Jadi Presiden
Politik

Stafsus Jokowi: Suatu Saat, ..

22 April 2021 11:39
Parpol Koalisi Gemetaran, Khawatir Kadernya Terkena Reshuffle
Politik

Parpol Koalisi Gemetaran, Kh..

22 April 2021 11:29
Anies Pelan-pelan Sudah Realisasikan Janji
Politik

Anies Pelan-pelan Sudah Real..

22 April 2021 11:25
Terkait Vaksin Nusantara, Presiden Dan DPR Wajiban Dukung Dan Lindungi Riset dr. Terawan
Politik

Terkait Vaksin Nusantara, Pr..

22 April 2021 10:59