Dua Kelompok Ini Tak Henti-hentinya Menyerang Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/RMOL

RMOL.  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tak henti-hentinya mendapat serangan. Serangan tersebut pun terbagi atas dua kelompok yakni kelompok emosional dan kelompok rasional.

Demikian yang disampaikan pengamat politik, Toni Rosyid saat menjadi narasumber  diskusi publik bertajuk "Mengapa Gubernur Anies Selalu Diserang, Siapa Yang Diuntungkan" yang digelar Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).

Toni menjelaskan, kelompok emosional muncul karena masih ada barisan dari mereka-mereka yang belum move on. Meskipun menurutnya jumlah saat ini semakin kecil dibandingkan awal-awal Anies menjabat sebagai Gubernur, namun kelompok like and dislike akan selalu ada.

"Persoalannya apakah kesempatan itu digunakan untuk menyerang atau tidak," ujar Toni.

Selain itu dirinya menambahkan, kelompok emosional bisa muncul dari mereka yang sesungguhnya berada pada posisi netral. Namun karena Anies di dukung oleh seseorang atau partai yang mereka yang tidak sukai maka ketidaksukaan itu pun muncul.

Sementara dari kelompok rasional, Toni memetakan berdasarkan dua basis yakni mereka yang berbasis ekonomi dan berbasis politik.

Untuk mereka yang menyerang Anies atas dasar basis ekonomi, kebanyakan berasal dari para pengembang yang merasa jalannya mendapat hadangan dari Anies.

Hal itu karena Anies dengan tegas berani  menolak sesuatu yang dinilai melanggar aturan seperti reklamasi.
"Dari basis ekonomi juga ada dari mereka yang bergelut di bisnis hiburan. Sebab Anies beberapa kali mencabut izin hiburan malam. Ada Alexis dan Golden crown," jelasnya.

Sedangkan untuk  mereka yang berasal dari basis politik muncul akibat sisa-sisa polarisasi pasca pilpres 2019 lalu. Bahkan Toni menegaskan, polarisasi ini akan terus dirawat sampai pemilu selanjutnya 2024.

"Walaupun Prabowo sudah hijrah atau pindah atau berkhianat, saya enggak tahu. Silahkan pilih bahasanya. Ketika itu terjadi (polarisasi), nah ini akan dirawat terus oleh rakyat yang tanda kutip.  Oleh karena itu saat ini muncul banyak survei-survei," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Krisis 1998 Mirip Pandemi Covid-19, Ilham Akbar Habibie: Solusinya Lakukan Inovasi Dan Inklusi Demokrasi
Politik

Krisis 1998 Mirip Pandemi Co..

24 November 2020 12:52
Mayjen Dudung Diingatkan, Dukungan Bisa Saja Provokasi TNI Untuk Tabrak Demokrasi
Politik

Mayjen Dudung Diingatkan, Du..

24 November 2020 12:19
Sekjen GPII: Siapapun Pelanggar Protokol Kesehatan, Tidak Bisa Dibiarkan
Politik

Sekjen GPII: Siapapun Pelang..

24 November 2020 12:14
Anies Baswedan Ingin Tunjukkan Sikap Kritis Terhadap Kaum Oportunis Yang Menunggangi Demokrasi
Politik

Anies Baswedan Ingin Tunjukk..

24 November 2020 12:08
Tindakan TNI Sudah Benar Dalam Menertibkan Baliho Habib Rizeiq
Politik

Tindakan TNI Sudah Benar Dal..

24 November 2020 11:53
Terpapar Corona, Surya Paloh Dapat Doa Dari Ketua DPD RI
Politik

Terpapar Corona, Surya Paloh..

24 November 2020 11:19
Soal Penurunan Baliho HRS, Begini Respons Mantan Pangdam Jaya
Politik

Soal Penurunan Baliho HRS, B..

24 November 2020 11:09
Gaduh Soal Habib Rizieq Shihab, Baranusa: Pengalihan Isu Untuk Tutupi Kegagalan Jokowi
Politik

Gaduh Soal Habib Rizieq Shih..

24 November 2020 11:08