Sindir Menteri Luhut, Said Didu: Cukong Gagal di Proyek Reklamasi, Kini Pindah Ke Pemindahan Ibukota Baru

Kamis, 27 Februari 2020, 20:32 WIB
Laporan: Faisal Aristama

Luhut Binsar panjaitan/Net

Pengakuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut 30 investor besar tertarik berinvestasi pada pemindahan ibukota negara ke Kalimantan Timur menyita perhatian banyak kalangan.

Mantan Sekertaris BUMN, Said Didu menilai pengakuan Luhut Binsar Panjaitan itu seolah mengafirmasi sikap non kompromis Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan "cukong" lantaran menolak Reklamasi Teluk Jakarta.

Menurut Said Didu, gagalnya "cukong" di Reklamasi Teluk Jakarta kini seolah dialihkan ke rencana pemindahan ibukota negara.

"Awalnya Jakarta mau diarahkan ke cukong lewat proyek reklamasi, tapi digagalkan oleh Gubernur @aniesbaswedan, pernyataan LBP tersebut menjelaskan bahwa sepertinya pemindahan ibukota adalah penggantian kegagalan tersebut kepada cukong di ibukota baru," kata Said Didu dalam cuitan akun twitter pribadinya, Kamis (27/2).

Sebelumnya, Luhut Panjaitan menyebut ada sekitar 30 investor besar yang tertarik akan berinvestasi pada pemindahan Ibukota baru ke Kalimantan Timur.

Sebanyak 30 investor besar yang memiliki bisnis beragam seperti kelistrikan hingga kendaraan itu investor dari dalam dan luar negeri.

"Saya baru dikirim list-nya, sudah hampir 30 perusahaan besar yang ingin berpartisipasi. Mereka dari Amerika ingin masuk, Jepang masuk, Abu Dhabi (UEA) masuk, Singapura, banyak sekali," kata Luhut Panjaitan.

Kolom Komentar


Video

Update Covid-19 Sabtu 28 Maret, Positif 1.155 orang, dan 102 Meninggal

Sabtu, 28 Maret 2020
Video

Darurat Corona, Dr. Tirta: Ini Saatnya Karantina Wilayah Per Provinsi

Sabtu, 28 Maret 2020