Meski Masih Populer, Prabowo Sulit Menang Jika Kembali Maju Di Pilpres 2024

Pemaparan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO)/RMOL

Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto diprediksi akan kembli tumbang jika kembali maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti.

Hal itu berdasarkan hasil Survei Nasional yang diselenggarakan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan 10-31 Januari 2020. Menurut Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, perolehan suara Prabowo pada Pilpres 2019 telah mengalami penurunan dibanding Pilpres 2014.

"Sejak 2019 sampai 2020, bahkan di awal 100 hari pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, trennya menurun. Jadi kalau dilanjutkan, maka lebih besar potensinya untuk kalah dibandingkan yang menang," ucap Dedi Kurnia Syah saat memaparkan hasil Survei Nasional dengan tema 'Political Outlook 2024: Regenerasi Elit Politik Nasional Indonesia Masa Depan' di D'Consulate Resto & Lounge di Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

Dari hasil survei tersebut, sebanyak 64,5 persen responden meyakini Prabowo Subianto akan kalah. Sedangkan peluang kemenangannya hanya sebesar 16,4 persen. Responden yang ragu atas kemenangan Prabowo sebesar 9,2 persen.

Selain itu, Prabowo Subianto juga masuk ke dalam klaster tokoh lama bersama dengan Mahfud MD, Hidayat Nurwahid, Muhaimin Iskandar, Hatta Rajasa, Sri Mulyani, dan Bambang Soesatyo alias Bamsoet.

Walaupun diprediksi akan kalah jika maju di Pilpres 2024, Prabowo memiliki nilai popularitas tertinggi dari klaster tokoh lama tersebut. Prabowo meraup angka sebesar 92,0 persen.

Prediksi kekalahan tersebut, kata Dedi lantaran masyarakat Indonesia lebih condong akan memiliki tokoh-tokoh muda seperti Sandiaga Salahuddin Uno, Anies Baswedan, hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Tren empiris 2014 mengarah pada tokoh-tokoh dengan performa baru, kondisi ini memungkinkan menjadi titik akhir petualangan politik elektoral Prabowo Subianto. Jika mendapat pasangan politik dari Parpol terkuat sekalipun, Prabowo tetap berpeluang kalah dibanding menang. Jika takdir memenangkan, Prabowo akan sangat bekerja keras," pungkas Dedi.

Survei ini melibatkan 1.600 responden di 27 Provinsi di Indonesia menggunakan metode purposive sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 97 persen. Margin of error 4,5 persen.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Evariste Ndayishimiye Dari Partai Berkuasa Menangkan Pemilihan Presiden Burundi
Politik

Evariste Ndayishimiye Dari P..

26 Mei 2020 12:49
Kecewa Perlakuan Tidak Adil Yang Dialami Pemudik, Jadi Alasan Anggota DPRD Bubarkan Rumah Isolasi Di Pangandaran
Politik

Kecewa Perlakuan Tidak Adil ..

26 Mei 2020 12:39
Anies: Yang Tentukan PSBB Diperpanjang Bukan Pemerintah, Tapi Kedisiplinan Masyarakat
Politik

Anies: Yang Tentukan PSBB Di..

26 Mei 2020 12:21
Masyarakat Arus Bawah Minta Jokowi Dan Rizal Ramli Islah
Politik

Masyarakat Arus Bawah Minta ..

26 Mei 2020 12:19
Libatkan TKA China, Penambangan Emas Ilegal Di Sulawesi Utara Harus Diusut Tuntas
Politik

Libatkan TKA China, Penamban..

26 Mei 2020 12:09
Disiplinkan Masyarakat Di Tengah Pandemik, TNI-Polri Akan Turun Di 4 Provinsi Dan 24 Kabupaten/Kota
Politik

Disiplinkan Masyarakat Di Te..

26 Mei 2020 11:46
Pemimpin Hong Kong Janjikan UU Keamanan Nasional Tidak Pengaruhi Hak Dan Kebebasan Kota, Minta Warga Tunggu Rinciannya
Politik

Pemimpin Hong Kong Janjikan ..

26 Mei 2020 11:42
Hadapi Era New Normal, Menteri Erick Terbitkan Surat Edaran, Ini Penjelasannya
Politik

Hadapi Era New Normal, Mente..

26 Mei 2020 11:37