Tumpang Tindih Fakta Di Balik Kedatangan Puluhan WN China Di Kendari

Potongan video saat WN China tiba di Bandara Haluoleo/Net

Sebuah video berdurasi 58 detik sempat menggemparkan publik pada pagi ini, Senin (16/3). Video itu menampilkan puluhan orang keluar dari sebuah ruangan dengan menenteng tas koper berukuran dan mayoritas kompak memakai masker penutup wajah.

"Satu pesawat, corona datang semua, Bandara Haluoleo," begitu suara yang muncul dari rekaman video tersebut.

Pernyataan ini seolah menyiratkan bahwa mereka yang datang adalah warga negara China dan membawa wabah virus corona baru atau Covid-19. Tersirat juga bahwa mereka tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dugaan bahwa mereka adalah warga negara China yang tiba di Kendari ternyata benar. Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Merdisyam memastikan kabar tersebut. Namun demikian, dia membantah dugaan bahwa WN China tersebut adalah pembawa virus corona baru atau Covid-19.

Menurutnya, mereka semua sudah mengantongi surat dari karantina kesehatan dan dipastikan steril dari virus mematikan asal Wuhan, China.

Kepada wartawan, Merdisyam mengurai bahwa para WN China yang tiba di Kendari pada Minggu malam (15/3) itu bukan datang dari negeri tirai bambu, melainkan baru datang dari Jakarta.

"Saya sampaikan sekali lagi bukan dari China dan telah mengantongi surat dari karantina kesehatan pelabuhan,” tegasnya.

Merdisyam lantas menekankan bahwa para WN China yang belakangan diketahui sebagai tenaga kerja asing (TKA) tersebut belum pernah pulang ke negara asal sejak pagebluk corona muncul.

Para TKA disebut hanya pergi ke Jakarta untuk memperpanjang visa istimewa di Kantor Kedutaan Besar China. Visa istimewa diberikan karena mereka tidak bisa lagi terbang ke China lantaran penerbangan ditutup pasca corona merebak.

Namun demikian, pernyataan ini agak sedikit berbeda dengan apa yang disampaikan pihak Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr Saemu Alwi.

Secara detail, Saemu Alwi menyebut ada sebanyak 49 WNA yang masuk ke Bandara Haluoleo, Konawe Selatan pada Minggu malam tersebut. Namun, dia membantah bahwa mereka adalah pekerja yang mengurus perpanjangan visa kerja.

"Kalau mereka urus perpanjangan kerja harus melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja di daerah, tapi kita tidak pernah keluarkan, saya juga sudah melakukan pengecekan di kementerian tapi data mereka tidak ada," ujarnya kepada wartawan.

Seharusnya, lanjut Saemu Alwi, para pekerja tersebut tidak diperkenankan masuk. Ini lantaran ada imbauan dari Kementerian Ketenagakerjaan pada Februari 2020 lalu untuk tidak memberi izin bagi pekerja dari China masuk Indonesia, termasuk di Sultra.

"Jika mereka pekerja baru, maka seharusnya datanya ada di pusat, tapi faktanya mereka tidak punya data sama sekali sebagai pekerja," terang Saemu Alwi.

Adapun 49 WNA yang masuk tersebut belakangan diketahui sebagai pekerja di Perusahaan Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) yang beroperasi di Kabupaten Konawe.

Pernyataan Saemu Alwi ini seirama dengan apa yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham RI untuk Sulawesi Tenggara, Sofyan. Menurutnya, 49 orang yang masuk dari Bandara Haluoleo itu adalah orang baru. Mereka bukan bagian dari pekerja lama, juga bukan pekerja yang telah habis masa visa dan melakukan perpanjangan di Jakarta.

Dengan tegas Sofyan bahkan menyebut mereka merupakan warga dari Provinsi Henan, China. Provinsi ini berbatasan langsung dengan Hubei yang beribukota Wuhan, tempat virus corona muncul.

"Orang baru dari China, Provinsi Henan, bukan habis dari Jakarta memperpanjang visa atau izin kerja," urainya

Namun demikian, Sofyan membenarkan bahwa para WNA itu datang dari Jakarta pada 15 Maret dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia. Hanya saja, di hari yang sama mereka juga didapati baru keluar dari Bangkok, Thailand menuju Jakarta.

"Benar WN China tersebut keluar dari Thailand pada tanggal 15 Maret 2020 berdasarkan cap tanda keluar Imigrasi Thailand yang tertera pada paspor. Bahwa benar pada tanggal 15 Maret 2020, WN Tiongkok tersebut mendarat di Bandara Soekarno Hatta," tutur Sofyan.

Fakta atas berita kedatangan WN China kini menjadi tumpang tindih. Ada kejanggalan dari pernyataan yang disampaikan pihak berwenang terkait masalah ini.

Sementara orang yang merekam dan menyebarkan video ditangkap polisi. Pria bernama Hardiono dari Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) itupun dianggap sebagai penyebar informasi palsu.

Usai ditangkap pria berusia 39 tahun tersebut meminta maaf ke publik karena telah menimbulkan keresahan akibat video yang direkam dan narasi yang disampaikan dalam video tersebut.

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Politisi PDIP: Jokowi Sedang Dijauhkan Dari Rakyat Lewat Aturan Ketersediaan Bahan Baku Gula
Politik

Politisi PDIP: Jokowi Sedang..

10 Mei 2021 05:52
Saleh Daulay Anggap Pro-Kontra Babi Panggang Bukan Salah Jokowi
Politik

Saleh Daulay Anggap Pro-Kont..

10 Mei 2021 05:13
Lewat Perpres, Jokowi Perjelas Tugas-Fungsi Kemendikbud Ristek Dan Kementerian Investasi
Politik

Lewat Perpres, Jokowi Perjel..

10 Mei 2021 03:16
Kutuk Tragedi Al-Aqsa, PAN: Israel Telah Pertontonkan Tindakan Zionisme Yang Anti HAM
Politik

Kutuk Tragedi Al-Aqsa, PAN: ..

10 Mei 2021 02:15
Ramadhan Barokah, Polres Tanjung Priok Percepat Renovasi Masjid Dan Ponpes
Politik

Ramadhan Barokah, Polres Tan..

10 Mei 2021 01:47
Fraksi PDIP Tolak Rencana Mendagri Jadikan Provinsi Riau Daerah Penampung Pekerja Migran
Politik

Fraksi PDIP Tolak Rencana Me..

10 Mei 2021 01:15
Dengar Isu Mr. M Si Mafia Alutsista, Prabowo Minta Connie Rahakundini Tunjuk Hidung Oknum Dimaksud
Politik

Dengar Isu Mr. M Si Mafia Al..

10 Mei 2021 00:52
Jangan Tinggal Diam, Pemerintah RI Diminta Layangkan Protes Atas Rencana Jepang Buang Limbah Nuklir Ke Laut
Politik

Jangan Tinggal Diam, Pemerin..

10 Mei 2021 00:08