Kasus TKA Kendari, Hinca: Jika ‘Hoax’ Hanya Disematkan Ke Rakyat, Sama Saja 'Equality Before The Law' Dikhianati

Hinca Pandjaitan/Net

Kehadiran tenaga kerja asing (TKA) asal China di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara pada Minggu (15/3) masih menyisakan banyak pertanyaan.

Terlepas fakta yang saling tumpang tindih, nasib perekam kedatangan TKA China tersebut turut menyita sorotan publik. Baca: Tumpang Tindih Fakta Di Balik Kedatangan Puluhan WN China Di Kendari

Pasalnya, perekam video bernama Hardiono tersebut telah ditangkap polisi dan dianggap sebagai penyebar informasi palsu alias hoax.

Meski demikian, Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam memastikan pria 39 tahun asal Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) itu tidak ditahan dan langsung dilepas usai dimintai keterangan. Adapun sebelum dilepas, Hardiono turut diminta untuk meminta maaf atas apa yang dilakukan.

Menurut politisi Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan kasus yang menimpa Hardiono harus menjadi pelajaran untuk seluruh pihak dalam memberi informasi kepada publik.

Secara khusus Hinca menyoroti tentang penyematan istilah hoax kepada masyarakat yang kedapatan mengungkap sesuatu, padahal belum diputus pengadilan.

“Jika label hoax hanya disematkan pada rakyat, sedangkan aparat & penguasa memberi informasi yg salah hanya disebut "keliru”, sesungguhnya negara kita mengkhianati sebuah asas hukum "equality before the law”,” tutur anggota Komisi III DPR itu di akun Twitter pribadi.

Dalam kasus ini, ada silang pendapat antara pihak kepolisian dengan pihak Kemenakertrans dan Kemenkumham mengenai status pendatang yang terekam di video, termasuk mengenai data perjalanan mereka di Indonesia.

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Jangan Tinggal Diam, Pemerintah RI Diminta Layangkan Protes Atas Rencana Jepang Buang Limbah Nuklir Ke Laut
Politik

Jangan Tinggal Diam, Pemerin..

10 Mei 2021 00:08
Tak Elok Pegawai KPK Yang Tidak Lulus TWK Mempertanyakan Materi Soal
Politik

Tak Elok Pegawai KPK Yang Ti..

09 Mei 2021 23:50
Prediksi Indo Barometer: Perseteruan Bobby Nasution Dan Edy Rahmayadi Bakal Berlanjut Hingga Pilgub Sumut 2024
Politik

Prediksi Indo Barometer: Per..

09 Mei 2021 23:35
Polemik TWK, Anggota Fraksi Golkar Sarankan Remedial Training
Politik

Polemik TWK, Anggota Fraksi ..

09 Mei 2021 22:19
Presiden Dipermalukan Oleh Dapur Komunikasi Pemerintah Yang Sedang Galau
Politik

Presiden Dipermalukan Oleh D..

09 Mei 2021 21:57
Ajakan Beli Bipang Online Bukti Jokowi Mudah Disetir Orang Sekelilingnya
Politik

Ajakan Beli Bipang Online Bu..

09 Mei 2021 21:22
100 Hari Kapolri Jenderal Listyo, Pengamat Intelijen: Perubahan ke Arah Positif Sudah Dimulai
Politik

100 Hari Kapolri Jenderal Li..

09 Mei 2021 20:17
WNA China Berdatangan Saat Larangan Mudik, Garda Bangsa: Memang Tidak Bisa Ditunda?
Politik

WNA China Berdatangan Saat L..

09 Mei 2021 19:58