Tak Ikuti Instruksi Presiden, DPP KNPI: Deputi II Kemenpora Harus Dicopot

KNPI desak Menpora copot Asrorun Niam sebagai Deputi II/Istimewa

Presiden Joko Widodo telah tegas menginstruksikan seluruh jajarannya juga masyarakat umum untuk tidak mengadakan kegiatan yang menghimpun banyak orang. Sayang, instruksi ini ternyata tak terlalu diindahkan oleh Deputi II Kemenpora, Asrorun Niam.

DPP KNPI pun menyesalkan langkah yang diambil oleh Deputi II Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang mengurusi Pengembangan Pemuda. Sebab, dia tidak menjalankan intruksi Presiden Jokowi dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia.

"Kami menyesalkan apa yang dilakukan oleh Deputi II. Bukannya turun ke masyarakat malah mereka membuat acara seremonial dan buat video imbauan, masyarakat butuh aksi nyata. Bukan video atau acara seremonial," kata Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, melalui keterangannya, Sabtu (21/3).

Kepala Deputi II Asrorun Niam, kata Haris, harus mendapat sanksi tegas berupa pencopotan. Karena langkah dia dinilai tidak tunduk dan patuh kepada instruksi Presiden Jokowi.

"Harusnya dia menggandeng seluruh elemen pemuda untuk ikut mencegah penularan Covid-19 yang saat ini sangat meresahkan. Bukan kemudian membuang anggaran dengan acara yang tidak bermanfaat. Menpora harus memberikan sanksi tegas berupa pencopotan," tegas Haris.

DPP KNPI pun mengancam akan mengumpulkan seluruh OKP yang ada untuk memprotes sikap Deputi II Kemenpora yang tidak tunduk kepada instruksi presiden.

"Kami selaku wadah dari OKP sangat menyesalkan langkah Deputi II yang mengadakan acara seremonial dengan nama Pertemuan Terbatas Forum Kepemudaan Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Pencegahan Virus Corona (Covid-19). Harusnya tidak ada lagi pertemuan seremonial, yang rakyat butuhkan adalah turun langsung," ujarnya.

Haris mencontohkan langkah yang dilakukan DPP KNPI yang cepat turun ke masyarakat untuk membantu mengedukasi soal corona sekaligus membagikan hand sanitizer dan masker.

"Kami turun langsung, selain memberikan edukasi terhadap bahaya virus corona kami juga membagikan sanitizer dan masker. Harusnya langkah seperti ini yang perlu dilakukan oleh kementerian," tutup Haris.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Peringatan Muhammadiyah: Elite Jangan Manfaatkan Pandemi Covid-19 Sebagai Komoditas Politik
Politik

Peringatan Muhammadiyah: Eli..

21 September 2020 12:55
Terjangkit Covid-19, Menag Fachrul Razi Jalani Karantina Di Rumah Sakit
Politik

Terjangkit Covid-19, Menag F..

21 September 2020 12:47
Pilkada Bisa Jadi Awal Keretakan Jokowi Dengan NU Dan Muhammadiyah
Politik

Pilkada Bisa Jadi Awal Keret..

21 September 2020 12:45
Ben Bland: Kontradiksi Jokowi Bikin Investor Hingga Kelompok Akademisi Bingung
Politik

Ben Bland: Kontradiksi Jokow..

21 September 2020 12:39
Andi Arief: Ada Sinyal Hanya 31 Persen Partisipasi Pemilih, So?
Politik

Andi Arief: Ada Sinyal Hanya..

21 September 2020 12:29
Keadaan Mendesak, Muhammadiyah Desak Jokowi Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada
Politik

Keadaan Mendesak, Muhammadiy..

21 September 2020 12:26
Muhammadiyah Minta Presiden Evaluasi Penanganan Covid-19, Bila Diperlukan Ambil Alih Dan Pimpin Langsung
Politik

Muhammadiyah Minta Presiden ..

21 September 2020 12:13
Dukung Keluarga Jokowi, Saiful Anam: Kemungkinan Untuk Mengamankan Gerindra Dan Bisnis Sandiaga
Politik

Dukung Keluarga Jokowi, Saif..

21 September 2020 12:05