Indonesia Bersiap Hadiri KTT G20, Ini Dia Lima Poin Usulan Strategi

Kamis, 26 Maret 2020, 17:20 WIB
Laporan: Reni Erina

Presiden Jokowi/Net

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa G20 akan diadakan malam ini, Kamis (26/3).

Raja Salman sebagai presidensi G20 tahun 2020 akan memimpin pertemuan virtual luar biasa para pemimpin dari Kelompok 20 negara ekonomi utama pada Kamis pukul 19.00.

KTT G20 tahun ini mengangkat tema penanganan pandemi virus corona, dan diikuti oleh seluruh pemimpin negara G20 dan organisasi internasional terkait.

Rencananya Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tetap mengikuti pertemuan ini walau ia baru saja melepas kepergian tercinta yang dimakamkan siang tadi pukul 13.00 di pemakaman keluarga di Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar.

Selain Jokowi, ikut serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Sherpa G20 Indonesia.

Pemerintah Indonesia berencana menawarkan lima usulan untuk menghadapi virus corona. Kelima usulan itu bakal menjadi pendahuluan dalam pembahasan konsep naskah Leaders Statement on Covid-19, di mana hal itu akan menjadi pedoman dan keluaran utama dari Pemerintah Arab Saudi selaku Presidensi G20, serta pemimpin dari pertemuan Sherpa dan KTT tahun ini.

Ini dia 5 usulan yang akan disampaikan pemerintah RI dalam KTT G20 malam nanti, melansir siaran pers.

Pertama, meningkatkan proteksi sosial terhadap kelompok rentan, termasuk masyarakat usia lanjut, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta pekerja dengan upah rendah.

Kedua, mendukung dan memastikan keselamatan tenaga medis sesuai dengan standar World Health Organization (WHO) melalui kemudahan akses terhadap obat-obatan dan alat pelindung diri (APD).

Ketiga, memperhatikan keterjangkauan dan ketersediaan vaksin dan kebutuhan medis lainnya. Dalam hal ini, Indonesia meminta agar setiap negara G20 dapat turut memfasilitasi perdagangan dan mobilitas obat serta kebutuhan medis lainnya, di antaranya melalui upaya relaksasi prosedur ekspor-impor.

Keempat, segala bentuk kontribusi finansial yang bersifat global harus tetap merujuk pada kondisi dan prioritas nasional. Hal ini mengingat adanya perbedaan kebutuhan dan prioritas dalam negeri dari setiap negara yang terdampak untuk mengerahkan segala sumber daya yang tersedia.

Kelima, perlu adanya komitmen para pemimpin dunia dalam menciptakan kolaborasi dan kerja sama yang lebih kuat guna mencegah resesi ekonomi global yang lebih dalam akibat dari keberlanjutan pandemi ini.

Selain itu, Indonesia mendukung usulan Presidensi Arab Saudi memasukkan Jaring Perlindungan Sosial atau Social Safety Net sebagai salah satu upaya melindungi masyarakat miskin dalam menghadapi dampak virus corona, khususnya di negara-negara berkembang.

Indonesia juga menyetujui proposal Jepang untuk memasukkan paragraf yang berisi dukungan para pemimpin G20 bagi Pemerintah Jepang yang akan menunda pelaksanaan Olimpiade 2020 sebagai akibat dari merebaknya virus corona.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Update COVID-19: Luhut dan Jokowi Satu Suara Virus Corona Tidak Cocok Cuaca Panas Indonesia

Jumat, 03 April 2020
Video

JODHI YUDOYONO: Ketika Membayangkan | Puisi Hari Ini

Jumat, 03 April 2020
Video

Update COVID-19 | Jumat 3 April, Positif 1.986 orang, dan 181 Meninggal

Jumat, 03 April 2020