Pakar: Yang Kita Hadapi Ini Wabah Penyakit, Kenapa Kayak Mau Perang

Jokowi saat di perairan Natuna/Net

Wabah virus corona telah menggerogoti persendian ekonomi tanah air hingga hampir lumpuh. Pemerintah Indonesia pun tak berdaya, memberikan kompensasi untuk rakyatnya dengan menerbitkan darurat sipil.

Begitu kata pakar ekonomi dari Institute Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyampaikan kegusarannya terhadap pemerintah yang lebih memilih darurat sipil dibandingkan karantina wilayah.

“Kalau dari aspek kesehatan pemberhentian penyebaran virus dulu. Ekonomi nanti dimitigasi, mungkin itu presiden tidak ada informasi kajian ekonomi itu pasti ada salah. Yang membisikan itu salah ke presiden,” ujar Enny kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/3).

Menurutnya, dampak ekonomi pasti akan dirasakan oleh pemerintah atas merebaknya virus corona ini. Namun, pemerintah diingatkan untuk tetap peduli terhadap rakyat.

“Pertama saya enggak tahu ya, di dalam kamus besar bahasa Indonesia susah ketemunya, enggak jelas artinya dalam tatanan hukum Indonesia, itu ada di Perppu 23/1959 tentang Darurat Sipil seperti mau perang,” katanya.

Enny mengatakan saat ini Indonesia tengah perang terhadap sebuah penyakit yang tidak terlihat secara zahir. Hendaknya kebijakan yang diambil bukan memberlakukan darurat sipil seperti akan perang militer.

“Yang kita hadapi sekarang ini, wabah penyakit. Kenapa mengeluarkan darurat sipil? Saya enggak ngerti. Ini sedang darurat perang atau darurat apa? Ini masalah kesehatan atau apa?” ujarnya bertanya-tanya.

Menurut Enny, seharunya yang dipakai pemerintah cukup UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Tidak perlu Jokowi dan jajaran mencari-cari perppu lama untuk menjadikan dasar mengambil kebijakan.

Dengan memberlakukan darurat sipil, sambungnya, pemerintah terkesan lepas tangan dan tidak bertanggung jawab terhadap nasib ratusan juta rakyat Indonesia.

“Dari kemarin semua pihak kompak bersatu melawan corona. Panglimanya malah ke mana-mana. Kalau kita perang melawan penyakit, mestinya panglimanya kesehatan, bukan hal lain,” bebernya.

Mengenai ekonomi Indonesia bakal rontok jika memberlakukan karantina wilayah, Enny menegaskan seluruh aspek pasti akan terdampak terutama ekonomi. Namun, seharusnya pemerintah mengesampingkan itu dahulu dan lebih menyelematkan nyawa rakyat.

“Kajian kesehatan dulu yang diutamakan menyelamatkan nyawa rakyat, dampak ekonomi nanti dimitigasi, jangan ke balik, kajiannya nanti bisa salah,” bebernya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Tiba-tiba Tersebar Nama-nama Pengurus KAMI Lampung, Para Calon Deklarator Kebingungan
Politik

Tiba-tiba Tersebar Nama-nama..

01 November 2020 00:39
Tak Hadiri Debat Pilkada Musi Rawas, Ratna-Suwarti Didoakan Cepat Sembuh Oleh Rivalnya
Politik

Tak Hadiri Debat Pilkada Mus..

01 November 2020 00:10
Galakkan 'Ayo Kita Mencoblos', IMM Ajak Warga Bengkulu Gunakan Hak Pilihnya Dalam Pilkada
Politik

Galakkan 'Ayo Kita Mencoblos..

31 Oktober 2020 23:50
Haryy Azhar Azis: Di Indonesia Penguasaan Big Data Kurang
Politik

Haryy Azhar Azis: Di Indones..

31 Oktober 2020 21:51
Ujang Komarudin: Masa Iya Presiden Sama Mantan Presiden PKI?
Politik

Ujang Komarudin: Masa Iya Pr..

31 Oktober 2020 20:24
Aktivis Cipayung Plus Jakarta Serukan Pemulihan Ekonomi Nasional Imbas Covid-19
Politik

Aktivis Cipayung Plus Jakart..

31 Oktober 2020 18:43
Begini Analisa Pakar Soal Persaingan China-AS Merebut Indonesia
Politik

Begini Analisa Pakar Soal Pe..

31 Oktober 2020 18:18
PKS Apresiasi Jokowi Berani Kecam Presiden Macron Yang Hina Islam
Politik

PKS Apresiasi Jokowi Berani ..

31 Oktober 2020 17:45