Pilkada Serentak Pas Kalau Diundur Hingga September 2021

Ilustrasi/Net

Penundaan Pilkada serentak 2020 akibat pandemik virus corona baru atau Covid-19 diapresiasi banyak pihak. Sejauh ini adada tiga opsi penundaan, yakni Pilkada dilaksanakan pada Desember 2020, Maret 2021, atau September 2021.

Ketua Partai Nasdem Banyuwangi, Supriyadi, sepakat pada opsi C: diundur hingga September 2021. Karena musibah pandemik corona ini diprediksi selesai dengan recovery hingga akhir tahun ini.

“Untuk tahapan Pilkada jelas baru bisa dimulai dengan penganggaran tahun 2021, sehingga paling cepat bisa dilaksanakan pada opsi C (September 2021),” terangnya saat dikonfirmasi Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (4/4).

Sedikit berbeda, Bacabup potensial yang digandrungi generasi milenial, Ali Ruchi, berpendapat berbeda.

Menurutnya, Pilkada serentak lebih baik diundur hingga tahun 2024, sekaligus berbarengan dengan Pilpres dan Pileg.

“Dengan catatan jika opsi A (Desember 2020) tidak bisa dilaksanakan. Karena Opsi B dan C terlalu mepet waktunya dengan pemilu serentak 2024,” kata Ali.

Pihaknya beralasan, bagaimana bisa seorang calon kepala daerah terpilih membangun daerah hanya dengan target 3 tahun.

“Itu belum dipotong dengan penyiapan Pemilu Serentak 2024, karena biasanya butuh waktu satu tahun (Kalau ditarik ke situ). Lebih baik para gubernur, bupati, dan walikota yang habis jabatannya diisi oleh Pjs dari pemerintah pusat atau provinsi, sekalian mempersiapkan tahapan gelaran pemilu serentak 2024,” urainya.

Sedangkan Danu Budiyono, aktivis Sosial Politik Banyuwangi sependapat dengan opsi C yakni September 2021 atau sekalian diundur hingga Pemilu serentak 2024.

“Selain semua fokus dengan pandemik virus corona, kemudian nanti recovery juga terlalu mepet waktunya dengan Pemilu 2024. Dan itu akan sangat demokratis,” tuturnya.  

Sebaliknya, Danu menilai, pihak yang setuju opsi B (Maret 2021), bisa dipastikan datang dari para gubernur, bupati, hingga walikota petahana, yang ingin memajukan politik dinastinya.

“Saya dengar mereka semua sudah melobi para pengambil keputusan kepemiluan di Jakarta," ucap Danu.

"Bahkan sudah mulai saweran, biar disahkan ke opsi B. Karena itu opsi B itu sangat menguntungkan para petahana untuk menjalankan dinasti politiknya,” tutupnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Jika China Dan Amerika Jadi Perang, Baiknya Indonesia Menunggu Durian Runtuh
Politik

Jika China Dan Amerika Jadi ..

27 Mei 2020 06:46
Ketegasan Pemerintah Jadi Kunci Kesuksesan 'New Normal'
Politik

Ketegasan Pemerintah Jadi Ku..

27 Mei 2020 06:26
Saleh Daulay: Presiden Jokowi Kunjungi Mall Dan Stasiun Siapkan New Normal, Kapan Kunjungi Masjid?
Politik

Saleh Daulay: Presiden Jokow..

27 Mei 2020 05:45
Diusulkan Masuk Kabinet, Rizal Ramli: Berentiin Dulu Pestanya, Itu Paling Penting
Politik

Diusulkan Masuk Kabinet, Riz..

27 Mei 2020 04:24
Presiden Jokowi Suruh New Normal, Rakyat Malah Bikin Old Normal
Politik

Presiden Jokowi Suruh New No..

27 Mei 2020 03:16
Ekonomi Runtuh Gegara Mazhab Sri Mulyani, Hatta Taliwang: Dari Sisi Ilmu Makro Ekonomi Rizal Ramli Adalah Jagonya
Politik

Ekonomi Runtuh Gegara Mazhab..

27 Mei 2020 02:48
Pak Jokowi! Kalau Mau Berlari Kencang Saat New Normal Harus Copot 11 Menteri Ini
Politik

Pak Jokowi! Kalau Mau Berlar..

27 Mei 2020 01:14
Pengamat: Parpol Inginkan Reshuffle, Rakyat Ingin Ganti Pemerintahan
Politik

Pengamat: Parpol Inginkan Re..

27 Mei 2020 00:31