Heran Pemerintah Pusat Larang Daerah Lockdown, Ombudsman RI: Yang Penting Kan Warganya Terproteksi

Anggota Ombudsman RI, Laode Ida/Net

Langkah nyata yang dilakukan sejumlah daerah untuk memberlakukan lockdown mendapat apresiasi dari anggota Ombudsman RI, Laode Ida.

"Kebijakan lokal yang perlu diapresiasi, yang penting kan tujuannya rakyat, warga di daerah tidak tertular, terproteksi nyawanya, Pemdanya mengambil inisiatif melindungi nyawa warganya. Itu yang terpenting," kata Laode dalam diskusi daring via video conference, Minggu (5/4).

Ia menjelaskan, kebijakan yang dilakukan beberapa kepala daerah seperti di Papua tersebut semata-mata untuk melindungi warganya. Oleh karenanya, ia tak sependapat bila langkah inisiatif tersebut justru dilarang pemerintah pusat.

Meski pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jelasnya, bukan berarti mengharamkan kebijakan lockdown yang sudah terlebih dahulu dikeluarkan pemerintah daerah.

"PSBB keluar, dan daerah sudah mengeluarkan kebijakan lokal terlebih dahulu. Sebenarnya tinggal disesuaikan juga. Enggak perlu pemerintah memaksa daerah ini 'udahlah enggak usah' ini kan repot," tegasnya.

Larangan lockdown bagi pemerintah daerah juga menjadi miris saat disandingkan dengan beberapa informasi mengenai masuknya tenaga kerja asing asal China yang bisa masuk ke tanah air di tengah pandemik virus corona.

"Bisa dibayangkan betapa sakitnya hati rakyat Indonesia ketika kita dibatasi gerakannya ke sana kemari, ternyata arus tenaga kerja asal China masih tetap datang ke Indonesia, itu ironis sekali," kritik mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ini.

"Itu artinya, elemen pemerintah kita ada oknum-oknum tertentu yang bekerja untuk kepentingan diri dan kelompok tertentu dengan mengabaikan prinsip-prinsip keyakinan kebangsaan ke-Indonesiaan yang merah putih," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Tiba-tiba Tersebar Nama-nama Pengurus KAMI Lampung, Para Calon Deklarator Kebingungan
Politik

Tiba-tiba Tersebar Nama-nama..

01 November 2020 00:39
Tak Hadiri Debat Pilkada Musi Rawas, Ratna-Suwarti Didoakan Cepat Sembuh Oleh Rivalnya
Politik

Tak Hadiri Debat Pilkada Mus..

01 November 2020 00:10
Galakkan 'Ayo Kita Mencoblos', IMM Ajak Warga Bengkulu Gunakan Hak Pilihnya Dalam Pilkada
Politik

Galakkan 'Ayo Kita Mencoblos..

31 Oktober 2020 23:50
Haryy Azhar Azis: Di Indonesia Penguasaan Big Data Kurang
Politik

Haryy Azhar Azis: Di Indones..

31 Oktober 2020 21:51
Ujang Komarudin: Masa Iya Presiden Sama Mantan Presiden PKI?
Politik

Ujang Komarudin: Masa Iya Pr..

31 Oktober 2020 20:24
Aktivis Cipayung Plus Jakarta Serukan Pemulihan Ekonomi Nasional Imbas Covid-19
Politik

Aktivis Cipayung Plus Jakart..

31 Oktober 2020 18:43
Begini Analisa Pakar Soal Persaingan China-AS Merebut Indonesia
Politik

Begini Analisa Pakar Soal Pe..

31 Oktober 2020 18:18
PKS Apresiasi Jokowi Berani Kecam Presiden Macron Yang Hina Islam
Politik

PKS Apresiasi Jokowi Berani ..

31 Oktober 2020 17:45