Mas Menteri Jangan Diam, Bantu Driver Ojol Yang Kesulitan Saat PSBB!

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim/Net

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta telah disetujui oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

Kebijakan PSBB sendiri dinilai akan sangat berdampak bagi para pengendara ojek online (ojol) lantaran adanya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) 9/2020 yang merupakan pedoman PSBB.

Di dalam Permenkes 9/2020 sendiri juga mengatur pembatasan modal transportasi dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Bahkan, dalam lampiran Permenkes tersebut, secara spesifik mengatur atau melarang kendaraan roda dua  membawa penumpang selama massa PSBB. Artinya driver ojek online hanya boleh mengangkut barang saja.

Melihat kondisi seperti itu, peneliti senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata berharap kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tidak diam. Sebagai pendiri perusahaan Gojek, pria yang akrab dipanggil Mas Menteri oleh Presiden Joko Widodo itu harus berperan melindungi nasib para mantan mitra kerjanya.

"Konsep ojol itu kan sharing ride. Makanya, dalam situasi tidak menentu, maka Mas Menteri Nadiem harus bisa melakukan sharing heart,” ujar Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (7/4).

Peran Nadiem sendiri, kata Dian, masih sangat dibutuhkan agar dapat bernegosiasi dengan pimpinan Gojek maupun Presiden Joko Widodo agar bisa meringankan beban tanggungan para ojol.

"Misalnya, menghilangkan sementara waktu soal potongan dan lainnya. Dengan catatan, ojol hanya dibatasi tidak diperbolehkan membawa penumpang dan tetap bisa memberikan layanan go send dan go food," jelas Dian.

Namun jika ojol benar-benar tidak diperbolehkan beroperasi, Dian mendesak agar Nadiem berani melakukan berbagi keuntungan dengan mitra ojol.

"Bila aturan ojol benar-benar tidak diperbolehkan beroperasi, maka Mas Menteri (Nadiem) harus berani melakukan sharing profit. Dengan memberikan sedikit keuntungan selama beroperasi kepada mitra kerjanya. Mekanisme tentu saja pihak Gojek yang lebih paham teknisnya," terang Dian.

"Misalnya melalui tingkat performa dan lain-lain. Tentu saja, mekanisme bakal menggerus keuangan dan kesehatan gojek sendiri," pungkas Dian.

Kolom Komentar


Video

Pesan Anies Baswedan Untuk ASN: Tetap Tangguh Meski TKD Berkurang

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Saeful Bahri PDIP Divonis Ringan, Pakar: Jadi Curiga Dan Menduga-duga Apakah Ada Deal Tertentu?
Politik

Saeful Bahri PDIP Divonis Ri..

31 Mei 2020 23:11
Kasus Luhut Vs Said Didu Banyak Memancing Emosi Masyarakat, Percayakan Saja Pada Polisi
Politik

Kasus Luhut Vs Said Didu Ban..

31 Mei 2020 22:16
Politisi Muda Gerindra: Pilkada Di Tengah Corona Hanya Akan Untungkan Petahana
Politik

Politisi Muda Gerindra: Pilk..

31 Mei 2020 21:40
5.800 Postingan Di Sosmed Distrust Kepada Pemerintah Usai Umumkan Kenaikan BPJS Kesehatan
Politik

5.800 Postingan Di Sosmed Di..

31 Mei 2020 20:59
Siapa Yang Lebih Patas Ditangkap, Ruslan Buton Atau Harun Masiku?
Politik

Siapa Yang Lebih Patas Ditan..

31 Mei 2020 20:37
Pemerintah Sesuaikan Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang Keempat Dengan Kebijakan New Normal
Politik

Pemerintah Sesuaikan Pendaft..

31 Mei 2020 20:22
LP3ES: Kenaikan BPJS Kesehatan Munculkan 48 Persen Sentimen Negatif
Politik

LP3ES: Kenaikan BPJS Kesehat..

31 Mei 2020 20:16
Perppu Tak Mengatasi Hambatan Pilkada Di Tengah Pandemik
Politik

Perppu Tak Mengatasi Hambata..

31 Mei 2020 18:21