Ditertibkan Polisi, Ibu Pedagang Emperan: Di Luar Kami Mati Corona, Di Rumah Kami Mati Kelaparan Pak!

Potongan video Yernis saat ditertibkan/Net

Seorang ibu pedagang emperan di wilayah hukum Polres Kota Tangerang menangis saat dibubarkan petugas gabungan.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, terlihat seorang ibu berkerudung berwarna hitam dan berjualan pakaian dalam di pinggir jalan tersebut dihampiri oleh petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.

Tujuan petugas gabungan tersebut agar pedagang kaki lima di sana menutup dagangannya di saat pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19), khususnya mencegah berkumpulnya orang.

Seorang anggota Shabara Polres Kota Tangerang terlihat meminta agar pedagang kaki lima untuk menaati aturan dari Presiden Joko Widodo untuk menghindari kerumunan.

Seorang ibu yang mengaku bernama Yernis itu terlihat memelas saat dihampiri petugas.

Ibu Yernis bahkan langsung meluapkan keluh kesahnya, terutama faktor perekonomian keluarga.

Yernis mengaku memiliki empat orang anak yang harus dia nafkahi bersama suaminya, yang juga berdagang di lokasi yang sama.

Yernismenyadari dan menghormati aturan dari pemerintah pusat untuk menghindari kegiatan yang berkerumun yang dapat melanggar aturan physical distancing.

Namun apa boleh buat, Yernis juga dihadapkan pada kenyataan bahwa dia dan suami harus terus berjualan agar dapat memberi makan ke empat anaknya yang masih kecil.

"Kalau bisa kalau boleh ya pak (Polisi), saya mewakili ibu-ibu, kami butuh makan pak, anak kami masih kecil-kecil pak, diluar mati sama corona, di rumah kami mati kelaparan pak, kan sama-sama mati juga pak, apa nggak kasihan sama kami?" rintih Ibu Yernis dalam video berdurasi 2 menit 4 detik yang dilihat pada Minggu (12/4).

Bahkan, Yernis merasa kecewa dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, lantaran tak sesuai dengan kenyataan soal penangguhan kredit.

"Cicilan katanya boleh ditangguhkan, tapi tidak ada penangguhan pak. Boleh ditangguhkan tapi dendanya harus dibayar, kami bayar darimana pak? Kami dagang dari kaki lima," tegasnya.

Yernis pun meminta kepada petugas tersebut untuk menyampaikan aspirasinya agar pemerintah memberikan solusi maupun bantuan sembako agar mereka tetap bisa makan di saat usaha jualannya dihentikan.

"Kami juga ngerti buat kita bersama, tapi kalau seperti ini kita sampai nggak makan gimana pak? Kalau ada solusi dari pemerintah tolong kami, bantu kami sembako buat makan pak," rintihnya sambil merapikan dagangannya.

Anggota polisi tersebut pun menyebut akan menyampaikan keluhan para pedagang kaki lima tersebut.

"Jadi ibu tenang saja, nanti keluhan ibu akan saya sampaikan," kata anggota Polres Kota Tangerang itu.

Lagi-lagi, Yernis pun kembali meluapkan kegelisahan nasib perekonomian keluarganya, jika dilarang untuk berjualan seperti hari-hari biasanya. Terutama agar keempat anaknya dapat diberi makan.

Kebingungannya itu lantaran diia mengaku telah memiliki utang kepada tetangganya untuk makan selama 10 hari sebelumnya lantaran kondisi dagangannya mulai sepi.

Wanita yang mengaku berasal dari Sumatera Barat ini pun takut jika tetangganya tidak lagi bisa memberikan utang lantaran dia belum membayar utang yang sebelumnya.

"Di rumah mati kelaparan, di luar mati corona pak. Gimana kami harus ngadu pak," katanya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Pemuda Muhammadiyah: Vaksinasi Harus Direalisasikan Kalau Pemerintah Tak Ingin Kehilangan Kepercayaan Publik
Politik

Pemuda Muhammadiyah: Vaksina..

25 November 2020 05:59
Penghapusan Pajak Hingga Kemudahan Investasi Jadi Senjata Appi-Rahman Di Debat Kedua Pilkada Makassar
Politik

Penghapusan Pajak Hingga Kem..

25 November 2020 05:34
Irmanputra Sidin: Instruksi Mendagri Seperti Curahan Hati Jokowi
Politik

Irmanputra Sidin: Instruksi ..

25 November 2020 04:40
Senator Jakarta: Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Tidak Tepat Dan Terlalu Berisiko
Politik

Senator Jakarta: Sekolah Tat..

25 November 2020 02:44
Yusril Ihza Mahendra: Instruksi Mendagri Tak Akan Berpolemik Kalau Mendagri Gunakan Diksi Pemakzulan
Politik

Yusril Ihza Mahendra: Instru..

25 November 2020 02:23
Fadli Zon: Instruksi Mendagri Upaya Resentralisasi Kekuasaan Untuk Hentikan Oposisi
Politik

Fadli Zon: Instruksi Mendagr..

25 November 2020 01:58
Kemenag Susun Naskah Khutbah Jumat Untuk Masjid-masjid, Jaminan Berkualitas Dan Bermutu
Politik

Kemenag Susun Naskah Khutbah..

25 November 2020 00:44
Heran Asing Berperan Lebih Di Indonesia, Megawati: Pak Nadiem Please, Kasih Kesempatan Anak-anak Kita
Politik

Heran Asing Berperan Lebih D..

25 November 2020 00:11