Stafsus Dapat Proyek Pemerintah, PDIP: Ada Cara Tata Krama Yang Enggak Benar

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto/Net

Dua staf khusus milenial Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra yang merupakan CEO perusahaan besar di Indonesia sudah hengkang dari Istana Negara.

Kedua staf khusus itu mundur setelah menjadi sorotan publik. Belva Dvara disorot setelah mendapatkan proyek moncer dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai aplikator Kartu Prakerja yang total beranggaran Rp 5,6 triliun.

Sedangkan Andi Taufan diduga melakukan maladministrasi lantaran telah menyurati seluruh camat se-Jawa, Sulawesi, dan Sumatera untuk menitipkan perusahaannya dalam penanganan wabah Covid-19.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto mengatakan bahwa proyek yang diterima staf khusus presiden merupakan urusan eksekutif. Namun, dia menilai langkah tersebut melanggar tata krama pemerintahan.

“Hal itu saya melihatnya tidak ada tata krama ,melanggar fatsun, cara tata krama yang enggak benar. Tapi kita harus cermati perusahaannya seperti apa, mekanismenya bisa mendapatkan proyek itu seperti apa,” ujar Bambang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (27/4).

“Tapi seorang stafsus mendapatkan proyek, namun tidak tertulis dari atasannya, ada pelanggaran tara krama politik,” tambahnya.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Peringatan Muhammadiyah: Elite Jangan Manfaatkan Pandemi Covid-19 Sebagai Komoditas Politik
Politik

Peringatan Muhammadiyah: Eli..

21 September 2020 12:55
Terjangkit Covid-19, Menag Fachrul Razi Jalani Karantina Di Rumah Sakit
Politik

Terjangkit Covid-19, Menag F..

21 September 2020 12:47
Pilkada Bisa Jadi Awal Keretakan Jokowi Dengan NU Dan Muhammadiyah
Politik

Pilkada Bisa Jadi Awal Keret..

21 September 2020 12:45
Ben Bland: Kontradiksi Jokowi Bikin Investor Hingga Kelompok Akademisi Bingung
Politik

Ben Bland: Kontradiksi Jokow..

21 September 2020 12:39
Andi Arief: Ada Sinyal Hanya 31 Persen Partisipasi Pemilih, So?
Politik

Andi Arief: Ada Sinyal Hanya..

21 September 2020 12:29
Keadaan Mendesak, Muhammadiyah Desak Jokowi Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada
Politik

Keadaan Mendesak, Muhammadiy..

21 September 2020 12:26
Muhammadiyah Minta Presiden Evaluasi Penanganan Covid-19, Bila Diperlukan Ambil Alih Dan Pimpin Langsung
Politik

Muhammadiyah Minta Presiden ..

21 September 2020 12:13
Dukung Keluarga Jokowi, Saiful Anam: Kemungkinan Untuk Mengamankan Gerindra Dan Bisnis Sandiaga
Politik

Dukung Keluarga Jokowi, Saif..

21 September 2020 12:05