Ini Penjelasan Mbak Tutut Mengenai Gosip Kematian Ibu Tien Soeharto

Soeharto dan Ibu Tien Soeharto menjalani ibadah haji di tahun 1991/TututSoeharto.id

Salah satu misteri atau setidaknya gosip politik yang populer di negeri ini adalah tentang sebab musabab kematian Ibu Negara Raden Ayu Siti Hartinah pada 28 April 1996.

Selama 24 tahun tidak sedikit yang percaya bahwa Ibu Tien Soeharto meninggal karena tertembak saat melerai pertengkaran anak-anaknya. Entah siapa yang memulai, kabar burung itu “viral” dengan berbagai versi bumbu penyedap.

Dalam memperingati 24 tahun kepergian ibunya, anak sulung pasangan Soeharto dan Tien Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana, menuliskan sebuah catatan mengenai detik-detik terakhir menjelang kepergian Ibu Tien Soeharto.

Catatan itu diunggah Tutut Soeharto, demikian ia bisa disapa, di blog pribadi, tututsoeharto.id, dan disampaikan secara singkat di akun Twitter miliknya, @TututSoeharto49.

Ketika Ibu Tien meninggal dunia, Tutut yang kala itu adalah Menteri Sosial sedang memimpin sidang organisasi donor darah dunia di Prancis.

Mendengar kabar duka dari Jakarta, Tutut segera pulang, tujuannya ke Solo, tempat dimana jenazah Ibu Tien disemayamkan sebelum diberangkatkan ke pemakaman Giribangun.

Dalam perjalanan ke pemakaman, Soeharto bercerita kepada Tutut mengenai keluhan Ibu Tien sebelum meninggal dunia.

Saat itu sekitar pukul 3.00 dinihari. Soeharto baru selesai shalat tahajud ketika Ibu Tien mengeluh kesulitan bernafas sementara tidak merasa sakit di bagian dada.

“Bapak rebahkan Ibu dengan bantal yang agak tinggi, karena Ibumu susah nafasnya. Bapak panggil ajudan untuk segera menyiapkan ambulans. Ibu harus dibawa ke rumah sakit segera,” cerita Soeharto seperti dituliskan Tutut.

“Di dalam perjalanan, ibumu sudah tidak sadar. Sampai di rumah sakit, semua dokter sudah berusaha untuk membantu ibumu. Tapi, Allah berkehendak lain,” sambungnya.

Tak lama setelah Ibu Tien dimakamkan beredar kabar bahwa bahwa penyebab kematiannya adalah karena tertembak oleh anak-anaknya yang sedang bertengkar.

“Saya heran, siapa manusia yang tega menyebarkan berita keji tersebut. Demi Allah, apa yang Bapak ceritakan, itu yang terjadi. Tadinya saya akan diamkan saja. Tapi rasanya berita itu semakin diulang-ulang ceritanya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,”
tulis Tutut lagi.

Dia mengatakan, sebelum sebelum Allah memanggil dirinya, masyarakat harus tahu kebenaran sebab kematian Ibu Tien.

“Alhamdulillah sekarang ada medsos, yang alhamdulillah, sayapun ikut aktif di sana,” masih tulis Tutut.

Tutut percaya, Allah adalah Hakim Yang Maha Adil. Sehingga, siapapun yang membuat cerita itu, dan siapapun yang ikut menyebarkan, adalah Allah yang menilainya.

Dalam catatan itu juga, Tutut Soeharto memanjatkan doa untuk ibu dan bapaknya.

“Terima kasih kami haturkan ya Allah, telah memilihkan kami terlahir dari seorang ibu yang baik, bijaksana, hormat pada orang tua dan suami dan sesepuh, penuh kasih sayang, peduli pada yang berkekurangan, membantu yang membutuhkan, memberi pada yang tidak berkecukupan,” demikian Tutut Soeharto.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Tolak Penundaan Pilkada, Hasto: Justru Pemimpin Harus Digembleng Di Tengah Pandemi
Politik

Tolak Penundaan Pilkada, Has..

21 September 2020 05:56
PDIP Merespons Klarifikasi Menteri Nadiem Soal Penghapusan Mapel Sejarah
Politik

PDIP Merespons Klarifikasi M..

21 September 2020 05:43
Bawaslu Tidak Tutup Kemungkinan Tersangkakan Pelaku Dugaan Mahar Politik Pilkada Merauke
Politik

Bawaslu Tidak Tutup Kemungki..

21 September 2020 04:22
Di Hadapan G20, Kemenkeu Akan Perkuat Kerja Sama Untuk Pemulihan Ekonomi
Politik

Di Hadapan G20, Kemenkeu Aka..

21 September 2020 03:47
DPR: Nadiem Hilangkan Jati Diri Bangsa Kalau Benar Hapus Pelajaran Sejarah
Politik

DPR: Nadiem Hilangkan Jati D..

21 September 2020 03:22
Pakar Hukum: Penundaan Pilkada Berpotensi Melanggar Hak Konstitusional
Politik

Pakar Hukum: Penundaan Pilka..

21 September 2020 02:41
Perdana Bicara Di PBB, Pimpinan MPR Berharap Jokowi Tegas Soal OPM
Politik

Perdana Bicara Di PBB, Pimpi..

21 September 2020 02:11
Giliran MUI Bersikap, Minta Pilkada Di Tengah Pandemi Dikaji Ulang
Politik

Giliran MUI Bersikap, Minta ..

21 September 2020 01:44