Beredar Surat Dari Emak-Emak Eks Relawan 02 Kecewa Pada Prabowo Subianto

Menhan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo/Net

Sebuah surat untuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto beredar di media sosial, pada Kamis (7/5). Pengirim surat mengatasnamakan diri sebagai kelompok Emak-Emak Eks Relawan 02.

Surat bertuliskan kekecewaan para emak-emak yang pada Pilpres 2019 lalu mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Mereka kecewa lantaran jagoan yang didukung telah bergabung dengan rezim penguasa yang kala itu dilawan.

Terlebih, kelompok pendukung Prabowo-Sandi kala itu sepakat bahwa rezim menang dengan penuh kecurangan, mulai dari dugaan kasus suap KPU, MK, hingga teriakan kades dan bupati tentang data yang tidak beres. Belum lagi sikap acuh pemerintah atas wafatnya 600 petugas penyelenggara pemilu.

Mereka mengingatkan kepada Prabowo bahwa masih banyak tahanan kasus 21 Mei di depan Bawaslu yang belum dibebaskan. Padahal mantan Danjen Kopassus itu berjanji untuk membebaskan mereka.

“Bahkan bapak juga berjanji untuk menjemput Habib Rizieq Shihab ke tanah air, ingat janji itu adalah utang,” tulis surat tersebut.

Mereka mengingatkan bahwa emak-emak yang mendukung Prabowo adalah kelompok militan dan tidak sembarangan dalam mendukung.

“Kekecewaan kami bertumpuk dan di titik nadir setelah bapak begitu lantang bersyahadat bahwa Jokowi adalah pemimpin yang pro rakyat dan menginginkan kami untuk mendukungnya,” sambung tulisan itu.

“Sebenarnya masih punya hati nurani kah bapak ini?” lanjut tulisan tersebut.

Atas alasan itu, mereka menyampaikan lima pesan untuk Prabowo. Pertama, tinggalkan segera rezim penguasa yang lebih patuh pada perintah China daripada memperhatikan rakyatnya sendiri.

Kedua, tegakkan kepala, mati terhormat atau mati syahid dari pada hidup nyaman, tapi terhina dan menghinakan diri. Ketiga, jangan takut miskin, karena rakyat sudah terbiasa miskin.

Keempat, bangun segera dari tidur, jadilah singa tua yang terhormat, jangan menjadi anjing yang selalu tunduk pada tuannya. Seorang pemimpin rakyat, pantang menunduk dan menjilat.

Terakhir, seandainya posisi Bapak Prabowo sebagai Menhan memang untuk keutuhan NKRI, dan bisa "sedikit" mengobati sakit hati para relawan pendukung terutama Emak-emak, mengapa Bapak tetap diam dan tidak bergeming ketika puluhan ribu TKA atau mungkin tentara China masuk dengan bebas ke Indonesia? Mengapa tidak minta TNI mengusir dan memeriksa dugaan adanya senjata?

Sebanyak 70 nama emak-emak yang menandatangani surat ini meminta Prabowo untuk segera bangkit dan berjuang kembali bersama-sama mereka dan para ulama yang masih setia.

“Sekarang Bapak tinggal memilih "stay there or leave them”.  Kembali berdiri tegak bersama kami pendukung setia bapak,” demikian surat tersebut.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Lampiran Perpres Miras Dicabut Jokowi, Aktivis: Pemerintah Harus Tutup Pabrik Miras
Politik

Lampiran Perpres Miras Dicab..

02 Maret 2021 13:55
Muhammadiyah Dukung Usaha Jokowi Bangkitkan Ekonomi Dengan Pancasila Dan UUD 1945, Bukan Lewat Miras
Politik

Muhammadiyah Dukung Usaha Jo..

02 Maret 2021 13:42
Pesan Airlangga Hartarto, Mubes Kosgoro 1957 Harus Guyub Dan Tidak Membuat Perpecahan
Politik

Pesan Airlangga Hartarto, Mu..

02 Maret 2021 13:40
Firli Bahuri Harus Kerja Lebih Keras Lagi...
Politik

Firli Bahuri Harus Kerja Leb..

02 Maret 2021 13:30
PP Muhammadiyah: Miras Adalah Pangkal Dari Berbagai Kejahatan
Politik

PP Muhammadiyah: Miras Adala..

02 Maret 2021 13:26
Tanpa Basa-basi, Jokowi Putuskan Cabut Lampiran Perpres Soal Investasi Minuman Beralkohol
Politik

Tanpa Basa-basi, Jokowi Putu..

02 Maret 2021 13:13
KPK Masih Yakin Harun Masiku Di Tanah Air Dan Sudah Bentuk 2 Satgas
Politik

KPK Masih Yakin Harun Masiku..

02 Maret 2021 13:05
Meski Menjabat Sekitar 3 Tahun, Kepala Daerah Terpilih Di Pilkada 2020 Tetap Dapat Gaji Satu Periode
Politik

Meski Menjabat Sekitar 3 Tah..

02 Maret 2021 13:02