Peringati Nuzulul Quran, Wapres Maruf Amin Ajak Masyarakat Lebih Bersabar Hadapi Covid-19

Wapres Maruf Amin ajak masyarakat bersabar dan berikhtiar hadapi pandemik corona/Istimewa

Ayyamul maghfirah (hari-hari turunnya ampunan Allah) dan Nuzulul Quran (turunnya Al Quran) menjadi momen penting periode 10 hari kedua Ramadhan.

Namun, di hari bersejarah Nuzulul Quran kali ini pasti terasa berbeda. Karena Indonesia masih dalam situasi tidak normal. Tengah berperang menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19).

“Covid-19 di tengah Ramadhan adalah ujian untuk kita semua. Karena itu di periode 10 hari kedua yang disebut ayyamul maghfirah, momentum yang tepat untuk kita mendekatkan diri kepada Allah. Memohon ampunan atas semua dosa dan juga momen mengetuk pintu langit meminta pertolongan Allah agar kita semua diberikan kekuatan melawan pandemik corona,” ucap Wakil Presiden KH Maruf Amin saat memberikan tausiah Ramadhan 10 hari kedua melalui video conference di Rumah Dinas Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5).

Peristiwa Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan yang menjadi pedoman hidup umat Islam juga bisa dijadikan momentum perjuangan melawan Covid-19. Maklum, Al Quran turun secara bertahap yang ditandai dengan penerimaan wahyu, berupa Surah Al Alaq ayat 1 hingga 5, di Gua Hira.

Peristiwa ini terjadi pada 10 hari kedua, tepatnya 17 Ramadan. Turunnya Al Qur an ini sesuai dengan Surah Al Anfal ayat 1, wamaa anzalna ‘alaa 'abdina yaumal furqoni yaumal talqal jam’aan, yang berarti “Apa yang Kami turunkan kepada hamba kami (Nabi Muhammad) di hari Al Furqan (Al Quran) yaitu pada hari bertemunya dua pasukan.

Maksud ayat ini adalah Perang Badar yang terjadi antara Umat Islam dan Kafir Quraisy bertepatan dengan waktu turunnya Al Quran, 17 Ramadan. Peristiwa ini dikenal dengan Nuzulul Quran.

“Mudah-mudahan (Ramadhan) ini akan memberikan suasana yang mencerahkan. Pertama, Covid-19 juga segera berlalu dengan izin Allah, dengan banyak kita memohon ampun, dan kedua, saat-saat yang baik ini, saat-saat kita harus di rumah, kita manfaatkan dengan banyak berdoa, ber-istighfar dan membaca Quran,” kata KH Maruf Amin.  

Dalam tausiahnya, Wapres juga meminta masyarakat memaksimalkan Ramadhan yang disebut syahr ash-shobri (bulan kesabaran) sebagai sarana melatih kesabaran menghadapi Covid-19.

"Puasa mengajarkan kita untuk bersabar, makanya disebutkan as shaumun nisfus shabri (puasa itu setengah dari pada kesabaran). Sabar untuk tidak makan minum, sabar untuk tidak berkata bohong (hoax), tidak mengadu domba,” imbuh Maruf Amin.

Wapres menerangkan, dalam keadaan seperti sekarang ini dimana Indonesia sedang dilanda Covid-19, perilaku serta sifat sabar sangat penting diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ada suatu yang sekarang diminta kepada kita supaya tidak keluar rumah (stay at home), supaya kita menjaga jarak, supaya kita menjaga kebersihan, supaya tidak terjadi penularan Covid,” ujar Wapres.

“Ujian puasa sekarang kita dilatih untuk bersabar menghadapi Covid-19. Untuk memutus mata rantai Covid-19 menjalan ibadah tarawih di rumah saja. Tidak tarawih di luar rumah. InsyaAllah pahalanya berlipat ganda karena ujian kesabarannya pun berlipat," tambahnya.

Wapres juga mengimbau agar momen Ramadhan kali ini dapat dijadikan pengingat dan peningkat kesabaran serta keikhlasan seluruh umat Islam untuk menjaga diri dan menghindari bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Sehingga puasa yang dikerjakan tidak hanya membawa manfaat bagi seorang individu, namun juga bagi orang lain di sekitarnya.

“Di Ramadhan ini mari kita tingkatkan kesabaran dan keikhlasan. Puasa kita selain mempunyai nilai ibadah juga mempunyai nilai sosial, nilai menjaga hubungan pergaulan,” Wapres menegaskan.

Menutup tausiahnya, Wapres berharap agar puasa kali ini dapat memiliki nilai tambah dari puasa-puasa sebelumnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus membantu Pemerintah dalam memutus tali rantai penyebaran virus Covid-19.

“Kita berharap puasa kali ini memberikan pengaruh besar di dalam kehidupan, terutama dalam menjaga penyebaran Covid-19 yang sangat berbahaya dan merusak kesehatan masyarakat. Kita jadikan Ramadhan dan peristiwa Nuzulul Quran sebagai pijakan dalam berjuang menghadapi Covid. Semoga ibadah dan munajat kita membantu mempercepat proses melawan Covid-19 dengan cepat. Ikhtiar dan doa menjadi kekuatan kita saat ini,” tutup Wapres.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Negara yang Ditakuti Yahudi di Timur Tengah Cuman Dua, Iran dan Turki

Rabu, 16 September 2020
Video

Orang Yahudi Bikin Terowongan untuk Beribadah di Bawah Masjid Al-Aqsa

Rabu, 16 September 2020

Artikel Lainnya

Sembari Menunggu Vaksin Jadi, Kemampuan Preventif Harus Digencarkan
Politik

Sembari Menunggu Vaksin Jadi..

18 September 2020 12:45
Fadli Zon: Pak Mahfud, Apa Tidak Lebih Tepat Kita Sandang Cukongkrasi?
Politik

Fadli Zon: Pak Mahfud, Apa T..

18 September 2020 12:28
Gagal Lolos Pilkada Bandarlampung, Ike Edwin Ajak Pendukungnya Pilih Rycko-Jos
Politik

Gagal Lolos Pilkada Bandarla..

18 September 2020 11:48
Kemenko Polhukam Turut Undang Bawaslu Bahas Materi Perppu Pilkada Kedua
Politik

Kemenko Polhukam Turut Undan..

18 September 2020 11:42
Diduga Pidana, Komisi III Minta Bareskrim Ungkap Aktor Intelektual Kebakaran Gedung Kejagung
Politik

Diduga Pidana, Komisi III Mi..

18 September 2020 11:30
Adhie Massardi Lebih Sepakat Kalau Ahok Jadi Menlu, Biar Yang Dimaki-maki Orang Asing Semua
Politik

Adhie Massardi Lebih Sepakat..

18 September 2020 11:27
Kena Prank Ahok Soal Pembubaran Kementerian BUMN, Begini Ungkapan Kekecewaan Relawan Jokowi
Politik

Kena Prank Ahok Soal Pembuba..

18 September 2020 11:19
Azis Syamsuddin: Sengaja Atau Lalai, Usut Tuntas Kebakaran Gedung Kejagung
Politik

Azis Syamsuddin: Sengaja Ata..

18 September 2020 11:17