Cegah Imported Case, Menkes Terawan Buat Protokol Kesehatan Di Pintu Masuk

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto/Net

Tambahan kasus virus corona baru atau Covid-19 saat ini berasal dari penularan orang di dalam negeri (local transmision), alias bukan lagi bersumber dari kasus dari luar negeri (imported case).

Namun, belakangan pemerintah berencana memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri, dan memberikan kesempatan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang memenuhi syarat untuk masuk ke dalam negeri.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengeluarkan Surat Edaran (SE) baru mengenai "Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA Dari Luar Negeri di Pintu Masuk Negara dan wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)".

Beleid yang tercatat dengan nomor HK.02.01/Menkes/313/2020 ini menjelaskan bahwa WNI yang diberlakukan aturan ini adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar, mahasiswa, trainee/peserta pemagangan, diplomat, kru alat angkut, dan pelaku perjalanan lainnya pemegang paspor Indonesia.

Sementara untuk WNA yang diberbolehkan memasuki Indonesia dan mesti memenuhi Protokol Pemeriksaan Kesehatan dari SE ini adalah mereka yang sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 3 Ayat (1) Permenkumham 11/2020 tentang pelarangan sementara orang asing masuk negara Republik Indonesia.

Melalui surat edaran ini, para pemegang paspor Indonesia dapat mengetahui prosedur yang harus dilakukan ketika berada di pintu masuk bandar udara (bandara), pelabuhan atau pos lintas batas negara (PLDBN).

Di samping itu, ini untuk mengakomodasi WNA yang memenuhi ketentuan pengecualian sebagaimana diatur Peraturan Meteri Hukum dan HAM Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Negara Republik Indonesia.

Beberapa pertanyaan diberikan kepada Gugus Tugas Nasional mengenai prosedur yang harus dilalui bagi WNI yang tiba di pintu masuk negara.

Melalui surat edaran ini, pemerintah menetapkan prosesur-prosedur yang harus dilakukan WNI dan atai WNA ketika masuk di bandar udara (bandara), pelabuhan atau pos lintas batas negara (PLDBN).

Di mana dijelaskan bahwa mereka wajib mengikuti prosedur karantina kesehatan dan pemeriksaan tambahan yang berlaku di Indonesia. Ada beberapa tahapan yang dilakukan saat pemeriksaan kesehatan, di antaranya wawancara dan pemeriksaan melalui rapid test atau polymerase chain reaction (PCR).

Kemudian pemeriksaan dokumen persyaratan masuk negara juga diperiksa. Misalnya, setiap WNI harus dibekali dengan surat keterangan sehat atau health certificate dalam bahasa Inggris, yang berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan dari negara asal.

Dokumen itulah yang nantinya akan divalidasi oleh dokter pemeriksa di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), baik yang ditugaskan di pelabuhan, bandara maupun PLBDN.

Kebijakan ini menyebutkan, mereka yang diperbolehkan masuk Indonesia adalah yang menunjukkan hasil negatif pada surat keterangan sehat dari negara asal dan pemeriksaan kesehatan tambahan di KKP.

Jika tidak ditemukan penyakit, faktor risiko penularan atau gejala infeksi virus corona, petugas KKP bisa mengeluarkan izin kesehatan dan health alert card (HAC) kepada individu yang bersangkutan.

Barulah setelah itu warga tersebut bisa melanjutkan perjalanan ke daerah asal. Tapi diwajibkan membawa surat jalan dari pihak Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat.

Adapun sesampainya WNI ataupun WNA di suatu daerah yang ditujunya, mereka direkomendasikan untuk melakukan isolasi mandiri di temoat tinggalnya selama 14 hari, menerapkan jaga jarak atau physical distancing, memakai masker dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Selanjutnya, izin kesehatan dari KKP yang telah diperolehnya sewaktu masuk di pintu masuk negara diserahkan kepada pihak RT dan RW setempat. Ini dimaksudkan untuk tindak lanjut dari aparat pemerintah desa terkecil hingga puskesmas, agar bisa melakukan pemantauan selama masa isolasi mandiri.

Sementara untuk WNI dan WNA yang tidak membawa surat keterangan sehat dari negara asalnya, KKP akan melakukan pemeriksaan kesehatan seperti rapid tes dan atau PCR. Selama menunggu hasil pengujian, WNI menunggu sementara di tempat karantina yang disiapkan.

Apabila ditemukan pengujian tes PCR positif Covid-19, WNI akan dirujuk ke rumah sakit darurat atau pun RS rujukan di wilayah setempat, dengan menerapkan protokol rujukan penyakit infeksi. 

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13