Sejalan Dengan Arahan RR, Sri Mulyani Kini Fokus Tangani Covid-19, Anggaran Ibukota Baru Tak Masuk RAPBN 2021

Sri Mulyani Indrawari saat dipanggil Presiden Joko Widodo untuk kembali menduduki kursi Menteri Keuangan/Ist

Beragam kritikan terkait program pembangunan Ibukota baru di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19) sepertinya kini didengar pemerintah.

Melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani, pemerintah memastikan tidak ada anggaran pembangunan Ibukota baru pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

"Kalau perencanaan ya silakan saja perencanaan, namun pengeluaran belanja IKN (Ibukota Negara) itu enggak ada, di 2021 tidak dicadangkan untuk itu," ujar Sri Mulyani dalam acara Rosi yang disiarkan Kompas TV, Kamis (14/5).

Hal itu bahkan sudah ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo selaku kepala negara, meski kemungkinan perencanaan Ibukota Negara masih bisa dibahas.

"Fokus kita, saya sampaikan kepada Pak Presiden, 'Ini masih pemulihan, Bapak'," lanjut Sri Mulyani.

Ia menjabarkan, saat ini alokasi yang masuk yakni pembangunan infrastruktur jalan. Hal itu masuk ke anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang secara keseluruhan telah dipangkas sebesar Rp 44,58 triliun untuk penanganan Covid-19.

Hal itu tentu sejalan dengan beragam kritikan dari sejumah praktisi dan aktivis mengenai niatan pemerintah untuk tetap menjalankan ambisi pembangunan Ibukota Negara di tengah pandemik Covid-19. Salah satu yang vokal dalam mengkritik pemerintah adalah ekonom senior Rizal Ramli.

Beberapa kali RR, sapaan Rizal Ramli mendesak agar anggaran pembangunan Ibukota ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu berkali-kali meminta pemerintah menunda proyek pembangunan infrastruktur yang ada di Tanah Air, termasuk pembangunan Ibukota baru.

"(Pemerintah masih punya) Total 207 triliun. Hentikan proyek infrastruktur yang enggak jelas juga, Ibukota baru itu. Hentikan dulu, pake uangnya (tangani corona)," kritik Rizal Ramli, Selasa (21/4) silam.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020
Video

Agak Sulit ya Ternyata Bekerja Dengan Baik dan Benar

Minggu, 05 Juli 2020
Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020

Artikel Lainnya

Kembali Kumpulkan Menteri, Jokowi: Work From Home Kok Kayak Cuti
Politik

Kembali Kumpulkan Menteri, J..

10 Juli 2020 00:19
Meski Sudah Dibenarkan DPP, DPC PDIP Tangerang Selatan Masih Bungkam Soal Koalisi Bersama Partai Gerindra
Politik

Meski Sudah Dibenarkan DPP, ..

09 Juli 2020 23:38
IMRI Gelar Aksi Di Depan Istana Negara, Tuntut Kasus Sarang Burung Walet Dilanjutkan
Politik

IMRI Gelar Aksi Di Depan Ist..

09 Juli 2020 23:05
Wakorbid Golkar Sumut: Tidak Memilih Ijeck Berarti Mengingkari Instruksi Airlangga Hartarto
Politik

Wakorbid Golkar Sumut: Tidak..

09 Juli 2020 22:50
Didampingi Prabowo, Presiden Jokowi Tinjau Reklamasi Pulau Pisau
Politik

Didampingi Prabowo, Presiden..

09 Juli 2020 22:37
Kemarahan Jokowi, Dramaturgi Politik Tutupi Kegagalannya Memimpin
Politik

Kemarahan Jokowi, Dramaturgi..

09 Juli 2020 22:25
Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Anak Buahnya, Pengamat: Artinya, Menterinya Enggak Ngapa-ngapain
Politik

Jokowi Kembali Keluhkan Kine..

09 Juli 2020 22:06
Menteri Edhy Ajak Masyarakat Budidaya Udang Dengan Konsep Tambak Milenial
Politik

Menteri Edhy Ajak Masyarakat..

09 Juli 2020 21:57