Pertimbangkan Jadwal Pilkada 2020, Bawaslu RI: 55 Persen Warga Meninggal Karena Covid-19 Ada Di Daerah Pemilihan

Bawaslu minta jadwal Pilkada Serentak 2020 dipertimbangkan ulang/Net

Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta mempertimbangkan kembali rencana pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang kemungkinan akan berlangsung di tengah masa pandemik virus corona baru atau Covid-19.

Pasalnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendapatkan data angka kematian yang cukup tinggi di daerah-daerah yang akan menggelar Pilkada.

"Data dari kami, 55 persen yang meninggal itu adalah dari warga yang berada di daerah pemilihan," ujar Ketua Bawaslu RI, Abhan, dalam acara Uji Publik yang digelar via daring, Sabtu (16/5).

Selain itu, Bawaslu juga sependapat dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang mengusulkan agar pelaksanaan Pilkada ditunda hingga status pandemik Covid-19 dicabut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

"Saya kira apa yang disampaikan Pak Menkes bisa menjadi pertimbangan dari KPU," tambahnya.

Sebelumnya, KPU telah membuka opsi memulai kembali tahapan Pilkada Serentak mulai 6 Juni mendatang. Opsi itu didapat KPU setelah melakukan simulasi dengan mengacu kepada Perppu 2/2020.

Namun Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi, mengaku pihaknya tengah menunggu kepastian perkembangan penyebaran virus asal Wuhan, China, ini dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"KPU sudah mengirim surat ke gugus tugas untuk memastikan dua hal. Pertama apakah masa tanggap darurat tanggal 29 Mei 2020 itu kira-kira ada kemungkinan akan diperpanjang, atau cukup sampai 29 Mei?" ucap Pramono Tanthowi.  

"Yang kedua, jika memang tidak dilanjutkan atau berhenti tanggal 29 Mei, maka setelah itu ada masa pemulihan. Nah, berapa lama masa pemulihan itu? Karena masa pemulihan itu akan mepengaruhi bagiamana teknis-teknis penyelenggaraan tahapan," sambungnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Negara yang Ditakuti Yahudi di Timur Tengah Cuman Dua, Iran dan Turki

Rabu, 16 September 2020
Video

Orang Yahudi Bikin Terowongan untuk Beribadah di Bawah Masjid Al-Aqsa

Rabu, 16 September 2020

Artikel Lainnya

Sembari Menunggu Vaksin Jadi, Kemampuan Preventif Harus Digencarkan
Politik

Sembari Menunggu Vaksin Jadi..

18 September 2020 12:45
Fadli Zon: Pak Mahfud, Apa Tidak Lebih Tepat Kita Sandang Cukongkrasi?
Politik

Fadli Zon: Pak Mahfud, Apa T..

18 September 2020 12:28
Gagal Lolos Pilkada Bandarlampung, Ike Edwin Ajak Pendukungnya Pilih Rycko-Jos
Politik

Gagal Lolos Pilkada Bandarla..

18 September 2020 11:48
Kemenko Polhukam Turut Undang Bawaslu Bahas Materi Perppu Pilkada Kedua
Politik

Kemenko Polhukam Turut Undan..

18 September 2020 11:42
Diduga Pidana, Komisi III Minta Bareskrim Ungkap Aktor Intelektual Kebakaran Gedung Kejagung
Politik

Diduga Pidana, Komisi III Mi..

18 September 2020 11:30
Adhie Massardi Lebih Sepakat Kalau Ahok Jadi Menlu, Biar Yang Dimaki-maki Orang Asing Semua
Politik

Adhie Massardi Lebih Sepakat..

18 September 2020 11:27
Kena Prank Ahok Soal Pembubaran Kementerian BUMN, Begini Ungkapan Kekecewaan Relawan Jokowi
Politik

Kena Prank Ahok Soal Pembuba..

18 September 2020 11:19
Azis Syamsuddin: Sengaja Atau Lalai, Usut Tuntas Kebakaran Gedung Kejagung
Politik

Azis Syamsuddin: Sengaja Ata..

18 September 2020 11:17