Tanri Abeng: Covid Krisis Kesehatan Yang Lahirkan Krisis Ekonomi, Jadi Manajemennya Harus Berpola Krisis!

Eks Menteri Pendayagunaan BUMN, Tanri Abeng/Net

Persoalan kesehatan yang melanda dunia berupa pandemik virus corona baru atau Covid-19 membuat dampak beruntun hingga ke sendi-sendi perekonomi banyak negara di dunia.   

Salah seorang menteri di era orde baru, yakni Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng menyatakan hal serupa dalam sebuah diskusi daring pagi tadi.

"Saya memandang covid ini krisis (kesehatan), kemudian melahirkan krisis ekonomi. Jadi manajemennya harus berpola krisis," ujar Tanri Abeng dalam diskusi daring LP3ES ini yang bertajuk 'Mobilisasi Kekuatan Sumberdaya BUMN Dimasa Pandemi Covid-19', Senin (18/5).

Lebih lanjut, Tanri Abeng mengingatkan terkait pola penanganan krisis moneter yang peenah terjadi pada tahun 1998, pada masa era kepemimpinan Presiden RI ke-2 Soeharto.

Saat itu, ia mengungkapkan, Soeharto dan jajaran menterinya belum menyadari bahwa krisis financial terjadi, dengan diawali depresiasi mata uang Thailand pada Mei 1997.

"Kemudian pada bulan Juli 1997, Menteri Keuangan kita saat itu mengatakan dari Hongkong, jangan khawatir dengan krisis, fundamental ekonomi kita kuat," Tanri Abeng bercerita.

Namun selang beberapa bulan, tepatnya pada bulan Desember kenyataan berkata lain. Indonesia mulai mengalami krisis ekonomi, yang mulanya terjadi depresiasi nilai tukar rupiah teehadap dolar Amerika Serikat, dari Rp 2.400 per dolar menjadi Rp 4.800 per dollar.

"Bahkan pada bulan Januari sudah terdepresiasi menjadi Rp 10.300. Nah apa yang ingin saya katakan disini? Bahwa terkadang kita tidak sadar sedang krisis," ucapnya.

Pada saat itulah, lanjut Tanri Abeng, Soeharto sebagai presiden menyadari Indonesia dalam kondisi krisis. Kemudian, mantan Panglima TNI itu langsung mengmabil langkah-langkah mengatasi krisis itu.

"Yang diambil adalah 10 Januari 1998, itu IMF datang dan menadatangani kesepakatan dengan Pak Harto. Waktu itu ada stand by loan 43 miliar dolar (Amerika Serikat)," beber Tanri Abeng.

"Tapi pada hari yang sama Pak Harto membentuk dewan, dewan krisis yang namanya dewan pemantapan ketahanan ekonomi dan keuangan. Diisi oleh 5 menteri ekonomi, ditambah penasehat presiden," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Krisis 1998 Mirip Pandemi Covid-19, Ilham Akbar Habibie: Solusinya Lakukan Inovasi Dan Inklusi Demokrasi
Politik

Krisis 1998 Mirip Pandemi Co..

24 November 2020 12:52
Mayjen Dudung Diingatkan, Dukungan Bisa Saja Provokasi TNI Untuk Tabrak Demokrasi
Politik

Mayjen Dudung Diingatkan, Du..

24 November 2020 12:19
Sekjen GPII: Siapapun Pelanggar Protokol Kesehatan, Tidak Bisa Dibiarkan
Politik

Sekjen GPII: Siapapun Pelang..

24 November 2020 12:14
Anies Baswedan Ingin Tunjukkan Sikap Kritis Terhadap Kaum Oportunis Yang Menunggangi Demokrasi
Politik

Anies Baswedan Ingin Tunjukk..

24 November 2020 12:08
Tindakan TNI Sudah Benar Dalam Menertibkan Baliho Habib Rizeiq
Politik

Tindakan TNI Sudah Benar Dal..

24 November 2020 11:53
Terpapar Corona, Surya Paloh Dapat Doa Dari Ketua DPD RI
Politik

Terpapar Corona, Surya Paloh..

24 November 2020 11:19
Soal Penurunan Baliho HRS, Begini Respons Mantan Pangdam Jaya
Politik

Soal Penurunan Baliho HRS, B..

24 November 2020 11:09
Gaduh Soal Habib Rizieq Shihab, Baranusa: Pengalihan Isu Untuk Tutupi Kegagalan Jokowi
Politik

Gaduh Soal Habib Rizieq Shih..

24 November 2020 11:08