BUMN Harus Tarik Investor Demi Jaga Ketahanan Ekonomi Dari Krisis

mantan Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng/Net

Krisis ekonomi akibat pandemik virus corona baru atau Covid-19 tengah mengancam Indonesia.

Namun, mantan Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng menyebutkan bahwa mengundang investor masuk Indonesia adalah salah satu jalan keluar dari ancaman krisis.

"BUMN ini bisa berperan aktif. Bagaimana dia bisa menarik modal dari luar masuk ke Indonesia," ujar Tanri Abeng dalam diskusi daring LP3ES yang bertajuk 'Mobilisasi Kekuatan Sumberdaya BUMN Di Masa Pandemik Covid-19', Senin (18/5). 

Tanri Abeng melihat potensi mengundang investor di tengah pandemik virus corona bisa dilakukan BUMN. Hal itu penting guna menggenjot perekonomian di dalam negeri.

Berdasarkan pengalamannya saat krisis moneter 1998, BUMN yang dipimpim Tanri Abeng saat itu berhasil menarik investor asing ke dalam negeri. Alhasil, rupiah terhadap dolar berhasil menguat, dan persepsi pasar kembali positif terhadap Indonesia.

"Secara psikologis juga adalah Indonesia kembali pulih. Dan itu sangat mendukung stabilitas uang rupiah kita. Kita tahu pada Mei waktu itu sudah Rp18.000 per dolar, pada akhir tahun 98 itu sudah menguat ke Rp 7.300," terang Tanri Abeng.

Dengan demikian, dia berharap BUMN bisa mengembalikan ekonomi Indonesia yang pada triwulan I terkoreksi pertumbuhan ekonominya ke 2,9 persen.

Bahkan dia meyakini, dengan aset BUMN yang saat ini sudah hampir mencapai Rp 9.000 triliun, dan kontribusinya ke APBN mencapai 500 triliun atau 20 persen, maka BUMN bisa memberikan dukungan terhadap ketahanan ekonomi RI.

"BUMN ini sangat menarik untuk dijadikan mitra. Corporate govermentnya lebih baik daripada swata. Jadi saya melihat bagaimana dia bisa berperan untuk memberi dukungan ke ketahanan ekonomi kita. Untuk itu tentunya BUMN kita harus dikelola secara profesional, agar profitabilitasnya meningkat," sebut Tanri Abeng.

"Dan kemudian mengeluarkan global bond. Kalau enggak salah itu ada sekitar 6 bilion dolar (Amerika Serikat), itu juga akan membantu ketahanan pangan kita. Karena kalau ada dolar yang masuk, rupiah kita jadi kuat," pungkasnya. 

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Siang Ini, Kementerian LHK Akan Digeruduk Massa Tolak Kapitalisasi Taman Nasional Komodo
Politik

Siang Ini, Kementerian LHK A..

26 November 2020 06:21
Fadli Zon Bicara, Apresiasi Keputusan Edhy Mundur Dan Sindir KPK Soal Harun Masiku
Politik

Fadli Zon Bicara, Apresiasi ..

26 November 2020 05:42
Segera Atur Perayaan Natal, Menag Fachrul Razi: Yang Jelas Wajib Prokes
Politik

Segera Atur Perayaan Natal, ..

26 November 2020 04:14
Siap Buka Sekolah Tatap Muka, Nadiem Makarim: Tidak Ada Kantin, Ekskul Dan Olahraga
Politik

Siap Buka Sekolah Tatap Muka..

26 November 2020 03:58
Deklarasi SAKTI, Harapan Untuk Pelaut
Politik

Deklarasi SAKTI, Harapan Unt..

26 November 2020 03:39
Gelar Aksi, Komala Desak KPK Usut Dugaan Penyimpangan Bantuan Gempa Lombok
Politik

Gelar Aksi, Komala Desak KPK..

26 November 2020 01:58
Belum Diumumkam KPK, Jokowi Sudah Tunjuk Luhut Pandjaitan Gantikan Edhy Prabowo
Politik

Belum Diumumkam KPK, Jokowi ..

25 November 2020 23:21
Debat Cawalkot Makassar Soal Pajak, Appi Ingatkan Danny: Terpenting Ringankan Beban Dunia Usaha Di Masa Pandemi
Politik

Debat Cawalkot Makassar Soal..

25 November 2020 23:10