PMN Diberikan Untuk Krakatau Steel, Anggota Komisi VI: Kenapa?

Ilustrasi Krakatau Steel/Net

Rencana pemberian dana Penyertaan Modal Negara (PMN) oleh pemerintah melalui program kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke PT Krakatau Steel dipertanyakan Komisi VI DPR RI.

Pasalnya, menurut anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, perusahaan baja plat merah tersebut sebelumnya sudah melakukan restrukturisasi utang di bulan Januari 2020.

"Krakatau Steel telah melakukan restrukturisasi utang perseroan sebesar 2,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 30 triliun. Itu asumsinya Krakatau Steel sekarang dalam kondisi yang cukup baik karena sudah direstrukturisasi dan sebenarnya tidak perlu diberikan bantuan," kata Darmadi kepada wartawan, Rabu (20/5).

Berdasarkan catatan Komisi VI DPR, lanjut dia, Krakatau Steel sebelumnya juga mendapat PMN.

"Pertanyaannya kemudian adalah kucuran dana PMN sebelumnya (periode 2015-2018) sejauh mana efektivitasnya dan kenapa sekarang musti disuntik dana talangan 3 T lagi," sambung Bendahara Megawati Institute itu.

Selain itu, skema PMN yang akan diberikan ke Krakatau Steel setidaknya saat ini kurang strategis. Sebab menurutnya, serapan baja di Indonesia rendah dan tidak kompetitif. Ditambah lagi sejumlah proyek pembangunan yang berbahan baku baja berhenti imbas wabah Covid-19.

"Jadi, kurang pas timing-nya dana talangan 3 T diberikan ke Krakatau Steel untuk saat ini," tegasnya.

Berdasarkan hasil analisis laporan keuangan per 31 September 2019 sebelum restrukturisasi, urainya, masalah yang ada di Krakatau Steel bukan hanya di financial structure.

"Tetapi secara operasional mereka juga bekerja harus lebih efisien dan produktivitas harus ditingkatkan," ujarnya.

Merujuk pada data yang ada, kata dia, ada beberapa catatan penting dimana kinerja keuangan Krakatau Steel kurang begitu menggembirakan sebelum direstrukturisasi.

"Indikasinya pertama, utang berbunga sekitar 1,7 M dolar AS. Kedua, sales hanya 1,06 M dolar AS. Ketiga, laba bruto hanya 57 juta dolar AS dan masih rugi operasi 90 juta dolar AS atau sekitar 1.4 T," paparnya.

Jika dilihat capaian diatas, kata dia, secara operasional Krakatau Steel sudah tidak sustain. Apalagi menanggung beban utang yang besar. Oleh karennaya, langkah restrukturisasi sudah sangat tepat dilakukan oleh Krakatau Steel.

"Nah kunci KS selanjutnya setelah direstrukturisasi adalah peningkatan volume penjualan dan peningkatan efiisensi yang bisa mebuat EBITDA-nya mampu mengcover depresiasi dan bunga pinjaman,untuk itu kami mau tahu apa model bisnisnya?," tutup anggota Baleg DPR RI itu.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

Bamsoet: Jika Hilangnya KRI Nanggala-402 Karena Usia Uzur, Menhan Harus Lakukan Peremajaan
Politik

Bamsoet: Jika Hilangnya KRI ..

22 April 2021 17:55
Fotonya Jadi Sampul Laporan APBN, Komisi XI: Sri Mulyani Jalankan Misi Siapa?
Politik

Fotonya Jadi Sampul Laporan ..

22 April 2021 17:33
Undang Mendag Dan Mentan, KPK Bahas Kajian Tata Kelola Impor Komoditas
Politik

Undang Mendag Dan Mentan, KP..

22 April 2021 17:31
Tiba Di Kantor Demokrat, Presiden PKS Dan Rombongan Disambut Hangat AHY
Politik

Tiba Di Kantor Demokrat, Pre..

22 April 2021 16:54
Terbesar Di ASEAN, Industri Kaca Batang Jadi Angin Segar Bagi Tenaga Kerja Indonesia
Politik

Terbesar Di ASEAN, Industri ..

22 April 2021 16:46
Mengaku-ngaku Tokoh NU, Sangat Riskan Kalau Witjaksono Diplot Menteri Investasi
Politik

Mengaku-ngaku Tokoh NU, Sang..

22 April 2021 16:36
Prabowo Subianto: Pemerintah Dilema, Dahulukan Pertahanan Negara Atau Pembangunan Kesejahteraan Rakyat
Politik

Prabowo Subianto: Pemerintah..

22 April 2021 16:36
Ketua DPR: Jika KRI Nanggala-402 Bermasalah Karena Usia, Alutsista TNI Harus Dimodernisasi
Politik

Ketua DPR: Jika KRI Nanggala..

22 April 2021 16:14