PSI Jangan Asal Ngecap, Tunjuk Saja Siapa Menteri Yang Harus Dicopot

Presiden Joko Widodo saat mengenalkan para menterinya kepada publik/Net

Desakan untuk melakukan reshuffle Menteri Kabinet sebagaimana diusulkan PSI harus dikunyah secara baik oleh Presiden Joko Widodo.

"Soal kapan usulan ditelan, itu soal lain," ujar peneliti dari Institut Riset Indonesia (Insis) Dian Permata Dian Permata saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/5).

Terkait usulan ini, lulusan University Sains Malaysia (USM) itu menyayangkan sikap PSI yang tidak mau menyebutkan pos menteri dan di bagian mana menurut mereka yang layak diganti.

"Apakah Menteri Perhubungan yang membuat lelucon peringatan adanya penyebaran Covid-19? Budi Karya pernah melontarkan kelakar di sebuah forum ilmiah di UGM. Ia menyatakan, orang Indonesia kebal corona lantaran gemar makan nasi kucing," jelas Dian.

PSI juga bisa saja menyasar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Sebab Bahlil pernah berkelakar, lamanya proses perizinan di Indonesia membuat Corona sulit masuk Indonesia. Guyonan tersebut dilemparkan Bahlil dalam acara Manager Forum XLIV 'Kebijakan Investasi untuk Mendorong Perekonomian Nasional dan Coorporate Busines'.

“Dalam acara tersebut dihadiri oleh Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo," sambung Dian.

Selain itu, kata Dian, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan juga bisa jadi sasaran PSI. Ini lantaran sang menteri pernah menyatakan bahwa obat corona adalah jamu.

Selanjutnya, Menkopulhukam Mahfud MD yang awalnya juga pernah menyangkal bahwa Corona sudah masuk Indonesia. Belakangan, pernyataan dia ralat sendiri dengan pernyataan menguatkan pemerintah sedang sekuat tenaga memerangi corona.

Kemudian ada juga mengenai kisruh data dan angka bantuan pemerintah kepada masyarakat yang melibatkan sejumlah kepala daerah dengan Menteri Sosial bersama Menteri Pembangunan Desa Tertinggal, dan juga Menteri Keuangan.

“Bisa juga soal perbedaan data buruh terancam PHK antara Menteri Tenaga Kerja dengan data Kadin, atau versi buruh," beber Dian.

Singkatnya, Dian Permata meminta PSI gamblang menunjuk hidung menteri yang harus diganti karena tidak mampu menterjemahkan kemauan Jokowi dalam merespon efek samping Covid-19. Dengan begitu, desakan mereka tidak sekadar mencari panggung di saat Pandemik Covid-19.

"Publik akan mengganggap PSI sedang Stand Up Comedy. Tidak ada data langsung ngecap. Ini berbeda dengan karakter PSI yang sebelumnya sudah dibangun,” pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Andre Rosiade: Koar-koar Ahok Hambat Investor Masuk, Baiknya Dicopot Saja
Politik

Andre Rosiade: Koar-koar Aho..

21 September 2020 00:33
Menurut Pimpinan Komisi IV DPR, Banyak Orang Berilmu Tapi Tidak Percaya Corona
Politik

Menurut Pimpinan Komisi IV D..

21 September 2020 00:07
Hadiri Pertemuan G20, Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Adalah Wake Up Call Pentingnya Investasi
Politik

Hadiri Pertemuan G20, Sri Mu..

20 September 2020 23:40
Ridwan Kamil: Melawan Covid-19 Itu Seperti Perang, Semua Harus Bela Negara
Politik

Ridwan Kamil: Melawan Covid-..

20 September 2020 23:20
Komisi II DPR Minta Pemerintah Terbitkan Perppu Penegakan Disiplin Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19
Politik

Komisi II DPR Minta Pemerint..

20 September 2020 22:45
Tito Karnavian: Sudah Beberapa Kali Tes, Alhamdulillah Negatif Covid-19
Politik

Tito Karnavian: Sudah Bebera..

20 September 2020 21:52
Sasmito: Keputusan Sri Mulyani Cekal Bambang Trihatmodjo Hanya Pengalihan Isu
Politik

Sasmito: Keputusan Sri Mulya..

20 September 2020 21:22
Giliran Gatot Nurmantyo Minta Pemerintah Tunda Pilkada Di Masa Pandemik
Politik

Giliran Gatot Nurmantyo Mint..

20 September 2020 20:55