Kecam Tindak Kekerasan Pada Habib Umar Assegaf, GNPF-Ulama: Apakah Tidak Lebih Parah Bagikan Sembako Dari Dalam Mobil?

Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak/Net

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) menyayangkan sikap petugas check point di Surabaya yang terkesan mempermalukan Habib Umar Assegaf.

Hal itu disampaikan oleh Ketua GNPF-Ulama, Ustaz Yusuf Martak usai melihat video dugaan tindakan kekerasan terhadap Habib Umar Assegaf yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Surabaya.

"Bagaimana mau dibilang perlakuan aparat pantas? Habib Umar Assegaf berada di dalam satu mobil dengan keluarganya, apa bedanya bila dibanding dengan dia tinggal di rumah dengan anak istri dan keluarga, toh akan berdekatan, di mana pelanggarannya? Apakah mau disuruh turun keluarganya?" ucap Ustaz Yusuf Martak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/5).

Apalagi kata Yusuf, Habib Umar merupakan seorang tokoh terpandang. Ia tercatat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Majelis Roudhatus Salaf.

"Selayaknya dari sejak awal oknum aparat melakukan pendekatan yang santun begitu melihat ulama, kan bisa dilihat dari pakaiannya. Ada kesan pendekatannya kurang santun, bahkan terus menyuruh merekam setiap langkah Habib Umar, orang yang lagi emosi dikerubutin banyak petugas bukannya dibantu ditenangkan malah teriak-teriak disuruh terus merekam sehingga terkesan dipermalukan?" jelas Yusuf.

Bahkan kata Yusuf, masyarakat pun bertanya-tanya dari kejadian tersebut, karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Yusuf Martak, menyatakan lebih melanggar mana saat orang berkerumun di pasar, mall dan bahkan saat Presiden Joko Widodo membagikan Sembako di pinggi jalan.

Ia menilai cara Presiden Jokowi membagikan sembako di kawasan PSBB merupakan pelanggaran yang lebih berat dari Habib Umar yang berteriak ke aparat.

"Apakah tidak lebih parah yang bagi-bagi sembako dengan cara melemparkan dari dalam mobil di pinggir jalan yang akhirnya berakibat kerumunan rakyat sambil berlari-lari mengejar dan menyebrang  jalan? Bagaimana dengan pelanggaran mengadakan konser yang tidak ada manfaatnya?" heran Yusuf.

Yusuf pun juga menyinggung soal adanya kerumunan penumpang yang duduk di dalam penerbangan pesawat serta adanya kerumunan penumpang di bandara beberapa saat lalu.

"Apakah mereka disiplin jaga jarak? Yang lebih bahaya dan sangat parah adalah mendatangkan imigran gelap dan TKA dari China dimana sumber awal munculnya virus," terang Yusuf.

Dengan demikian, Yusuf mempertanyakan mata hati pemerintah dan aparat yang dianggap buta terhadap peristiwa pelanggaran tersebut. Yusuf Martak menilai hal itu justru disebabkan oleh kebijakan pemerintah sendiri yang melakukan pelonggaran PSBB.

"Pertanyaan rakyat saat ini di mana mata hati  pemerintah dan aparat? Apakah sudah buta tidak bisa melihat dan tidak punya hati nurani lagi? Terserah bila memang negara ini akan di hancurkan dan diserahkan pada asing," pungkas Yusuf.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Andre Rosiade: Koar-koar Ahok Hambat Investor Masuk, Baiknya Dicopot Saja
Politik

Andre Rosiade: Koar-koar Aho..

21 September 2020 00:33
Menurut Pimpinan Komisi IV DPR, Banyak Orang Berilmu Tapi Tidak Percaya Corona
Politik

Menurut Pimpinan Komisi IV D..

21 September 2020 00:07
Hadiri Pertemuan G20, Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Adalah Wake Up Call Pentingnya Investasi
Politik

Hadiri Pertemuan G20, Sri Mu..

20 September 2020 23:40
Ridwan Kamil: Melawan Covid-19 Itu Seperti Perang, Semua Harus Bela Negara
Politik

Ridwan Kamil: Melawan Covid-..

20 September 2020 23:20
Komisi II DPR Minta Pemerintah Terbitkan Perppu Penegakan Disiplin Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19
Politik

Komisi II DPR Minta Pemerint..

20 September 2020 22:45
Tito Karnavian: Sudah Beberapa Kali Tes, Alhamdulillah Negatif Covid-19
Politik

Tito Karnavian: Sudah Bebera..

20 September 2020 21:52
Sasmito: Keputusan Sri Mulyani Cekal Bambang Trihatmodjo Hanya Pengalihan Isu
Politik

Sasmito: Keputusan Sri Mulya..

20 September 2020 21:22
Giliran Gatot Nurmantyo Minta Pemerintah Tunda Pilkada Di Masa Pandemik
Politik

Giliran Gatot Nurmantyo Mint..

20 September 2020 20:55