Arief Poyuono: Permintaan Maaf Bambang Soesatyo Tidak Cukup

Foto: Istimewa

Ketua MPR Bambang Soesatyo telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo menyusul kekacauan yang terjadi dalam lelang sepeda motor listrik Gesits milik sang Presiden.

Lelang dilakukan di tengah konser amal virtual “Berbagi Kasih Bersama Bimbo” yang digagas Bamsoet bersama BPIP dan BNPB.

Warga Jambi, M. Nuh, dinyatakan keluar sebagai pemenang dengan harga pembelian Rp 2,55 miliar. Awalnya M. Nuh disebut sebagai pengusaha dari Jambi. Namun belakangan, terbukti M. Nuh bekerja seagai buruh harian dan tentu saja tidak memiliki kemampuan untuk membayar harga sepeda motor itu.

Alih-alih, M. Nuh meminta perlindungan pada polisi.  M. Nuh mengatakan, dirinya justru mengira dia dapat hadiah dari konser amal virtual itu.

Permintaan maaf Bamsoet itu dinilai tidak cukup. Keteledoran penyelenggara konser amal virtual “Berbagi Kasih Bersama Bimbo” yang digagas Bamsoet telah merusak nama baik Jokowi. Membuat Jokowi menjadi bulan-bulanan khususnya di kalangan netizen.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, seharusnya penyelenggara membeli motor Gesits yang sudah ditandatangani Jokowi itu.

Dalam “lelang lanjutan” kemarin (Jumat, (22/5), putra bungsu pengusaha Haritanoe Soedibjo, Warren Soedibjo, dinyatakan keluar sebagai pemenang.

Dalam konser amal virtual itu, Warren memang ikut menyampaikan penawaran. Namun harga yang ditawarkannya kala itu hanya Rp 1,550 miliar.

Selain Warren, peserta lelang lain yang juga “dikalahkan” M. Nuh adalah Gabriel Mowengkang dari Manado yang mengajukan harga Rp 2,5 miliar dan Maruarar Sirait yang mengajukan harga Rp 2,2 miliar.

“Keteledoran konser amal yang berbuat prank kepada Presiden Joko Widodo sepertinya tidak cukup hanya minta maaf kepada Joko Widodo selaku pihak yang paling dirugikan  secara pribadi, yang sudah mau ikut menandatangani motor yang akan dilelang yang kemudian dimenangkan M. Nuh,” ujar Arief Poyuono.

Menurutnya, M.Nuh tidak bisa disalahkan karena lelang dilakukan secara vurtual dan terbuka. Mungkin saja M. Nuh pun mengira lelang itu sekadar acara iseng-iseng berhadiah.

“Bambang Soesatyo sebagai penanggung jawab tidak cukup hanya minta maaf dan menyesal. Tapi harus beli juga motor bertanda tangan Jokowi,” ujarnya.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Korupsi Paling Brutal Di Muka Bumi, Adhie Massardi Usul Juliari Dihukum Suntik Mati
Politik

Korupsi Paling Brutal Di Muk..

22 Januari 2021 01:18
Wempy Hadir: Jokowi Rugi Sendiri Jika Tidak Perankan Wapres Maruf Amin
Politik

Wempy Hadir: Jokowi Rugi Sen..

22 Januari 2021 00:48
Andi Yusran: Diamnya Prabowo Atas Masuknya Kapal China Buktikan Posisi Indonesia Lemah
Politik

Andi Yusran: Diamnya Prabowo..

22 Januari 2021 00:23
Adhie Massardi: Indonesia Kelabakan Hadapi Bencana Karena Tidak Punya Disaster Management
Politik

Adhie Massardi: Indonesia Ke..

21 Januari 2021 23:48
Ini Jawaban PBNU Soal Tudingan Elitis Pandji Pragiwaksono
Politik

Ini Jawaban PBNU Soal Tuding..

21 Januari 2021 22:24
Deklarasi, Forum Politik Indonesia Dukung Pemerintah Lawan Politisasi Vaksin
Politik

Deklarasi, Forum Politik Ind..

21 Januari 2021 21:07
Visi Presisi Listyo Sigit Diyakini Akan Buat Polri Lebih Humanis
Politik

Visi Presisi Listyo Sigit Di..

21 Januari 2021 20:29
PP Muhammadiyah: Mundur Dalam Berfikir, Pandji Perlu Tambah Asupan Bacaan
Politik

PP Muhammadiyah: Mundur Dala..

21 Januari 2021 20:05