Ada Usulan Kocok Ulang Kabinet, Pengamat: Tepat, Jika Untuk Bangkitkan Kepercayaan Publik

Kabinet Indonesia Maju, Pemerintahan Jokowi/Net

Usulan kocok ulang kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo mulai mencuat, usai penanganan virus corona baru atau Covid-19 dinilai efektif.

Usulan tersebut datang dari Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Namun belakangan, usulan PSI ini dimentahkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai pengusung utama Jokowi.

Akan tetapi lain halnya pendapat dari Direktur Eksekutif Saiful Mudjani Research Centre (SMRC) Sirojudin Abbas.

Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat bagi Jokowi merombak jajaran kabinet Indonesia Maju.

"Jika Presiden memiliki agenda prioritas tertentu yang butuhkan orang khusus, misalnya untuk membangkitkan kepercayaan publik di sektor ekonomi, Waktunya sekarang tepat," ujar Sirojudin Abbas saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (23/5).

Lebih lanjut, Pengamat Kesejahteraan dan Pembangunan Sosial ini menilai, Kepala Negara telah memiliki bahan pertimbangan yang cukup untul mereshufle kabinetnya.

"Menurut saya, Presiden sudah memiliki catatan evaluasi atas kepemimpinan dan kecakapan teknis tiap menterinya. Kemampuan para menteri ini diuji terutama dalam kondisi krisis seperti sekarang," tuturnya.

"Sejauh mana seorang menteri bisa membantu presiden memetakan masalah, mengantisipasi dampak, merancang kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah, memimpin tim birokrasi serta mengeksekusi program-program secara efektif," sambungnya.

Atas dasar itu, Sirojudin berpendapat bahwa Jokowi sudah sudah tau di sektor apa saja yang perlu perbaikan dan penguatan. Sehingga, proses reshufle sudah bisa dimulai meski dalam kondisi pandemik Covid-19 ini.

"Kementerian apa saja yang sudah memerlukan pergantian pemimpin. Karena dalam hal ekonomi warga tengah mengalami keresahan dan pesimisme," ucapnya.

"Pemilihan orang yang bisa membantu menaikkan kembali kepercayaan publik kepada pemerintah adalah bagian penting dari program pemulihan dan kebangkitan ekonomi itu sendiri," demikian Sirojudin Abbas.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Malik Ruslan: Pemberantasan Korupsi Terjebak Politik Saling Amputasi Di Kalangan Elit
Politik

Malik Ruslan: Pemberantasan ..

30 November 2020 05:34
LP3ES: Begitu Mudah KPK Tangkap Menteri KKP, Tapi Begitu Susah Tangkap Harun Masiku
Politik

LP3ES: Begitu Mudah KPK Tang..

30 November 2020 04:40
Gus Yaqut: Tak Peduli Yang Langgar Itu Habaib Atau Banser, Harus Tindak Tegas!
Politik

Gus Yaqut: Tak Peduli Yang L..

30 November 2020 03:35
Dapat Dukungan Ustaz Abdul Somad, Akhyar Nasution Tegaskan Talak Tiga Dengan PDIP
Politik

Dapat Dukungan Ustaz Abdul S..

30 November 2020 03:22
Singgung Agus Rahardjo, LP3ES: Ternyata Masih Ada Secercah Embun Di Tengah Kemarau Panjang Di KPK
Politik

Singgung Agus Rahardjo, LP3E..

30 November 2020 02:07
Insiden Kekerasan Sigi, Pemuda Muhammadiyah Minta Negarawan Turun Gunung Dinginkan Suasana
Politik

Insiden Kekerasan Sigi, Pemu..

30 November 2020 01:36
Disampaikan Sekretaris Pribadi, Ketum PB NU Said Aqil Siroj Positif Covid-19
Politik

Disampaikan Sekretaris Priba..

30 November 2020 01:14
Muhamad: Saya Lebih Suka Menampung Aspirasi Anak Muda Daripada Mendikte
Politik

Muhamad: Saya Lebih Suka Men..

30 November 2020 00:59